Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi Ingin Sekali-Sekali Demonstrasi Tidak Dijaga Polisi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo meminta supaya demonstrasi sesekali tidak dijaga oleh polisi.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  19:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) saat menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembangunan hunian tetap bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang dibangun di Kelurahan Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10/2019). - ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) saat menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembangunan hunian tetap bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang dibangun di Kelurahan Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10/2019). - ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo meminta supaya demonstrasi sesekali tidak dijaga oleh polisi.

Pernyataan itu disampaikan Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019) seusai mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai tudingan bahwa pemerintahan Jokowi mengekang kebebasan berpendapat, Moeldoko menyatakan demokrasi Indonesia sudah maju. Menurutnya, tidak ada pengekangan kebebasan berpendapat.

Seperti diketahui salah satu organisasi yang memperhatikan isu-isu hak asasi manusia (HAM), Lokataru Foundation, menilai kebebasan berpendapat saat ini banyak sandungan. Kebebasan berpendapat itu dinilai berujung pada dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Kepala Negara.

Moeldoko mengatakan Presiden selalu mengatakan bahwa negara tidak pernah mengekang kebebasan berpendapat.

"Tadi presiden mengatakan, coba sekali-sekali polisi tidak perlu jaga itu demo. Ini maknanya apa? Presiden sangat peduli soal itu," kata Moeldoko yang menyatakan bahwa Presiden menyampaikan pesan itu dalam rapat internal.

Moeldoko mengatakan polisi perlu menjauh dari lokasi demonstrasi. Apabila terjadi tindakan yang mengandung unsur kekerasan, ujar Moeldoko, polisi baru datang. Pengamanan demonstrasi dinilai jangan terlalu ketat.

"Ya, tadi beliau (Presiden) mengatakan seperti itu. Tapi menurut saya perlu kita coba, jangan kita pakai cara-cara lama. Makanya waktu (demonstrasi Mei) di Bawaslu kemarin saya sudah meminta kepada polisi, jangan kontak langsung," kata Moeldoko.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi moeldoko
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top