Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak tergesa-gesa mengumumkan kabinet periode 2019-2024 dan mewaspadai calon menteri yang tidak setia bekerja sampai selesai masa pemerintahan.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kehati-hatian Presiden Jokowi dalam menyusun kabinet sangat diperlukan sehingga tidak boleh ada menteri yang di tengah jalan tiba-tiba deklarasi maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Pasalnya, menteri memiliki tugas strategis dan harus tuntas menyelesaikan tugasnya.
"Tak boleh ada menteri setelah dilantik tiba-tiba kibarkan bendera mau jadi presiden 2024. Semua harus setia dalam lima tahun ke depan," katanya.
Selain itu, Hasto juga meminta Jokowi mengecek terlebih dahulu rekam jejak para calon menteri dengan saksama.
Sebagai partai pengusung utama, menurut Hasto, PDI-P ingin menteri Jokowi setia bertugas menemani sang presiden selama lima tahun ke depan.
Sementara itu, terkait menteri dari PDIP, Hasto menyatakan mereka mendapatkan jatah kursi terbanyak. Namun, dia tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah kursi yang didapatkan.
Baca Juga
Jokowi memiliki waktu setidaknya 14 hari setelah pelantikan untuk mengumumkan susunan kabinetnya. Hal itu merujuk pada UU No 39/2008 tentang Pembentukan Kementerian.
"Presiden Jokowi yang paling tahu kapan momentumnya. Presiden punya waktu yang cukup tapi kita tahu karakter Pak Jokowi yang mau kerja cepat. Kalau mengikuti informasi beliau paling lambat Rabu," kata Hasto kepada wartawan, Jumat (18/10).