Korsel Kebut Pengembangan Mobil Masa Depan

Korea Selatan meluncurkan rencana untuk mempercepat pengembangan mobil listrik, kendaraan otonom, dan bahkan mobil terbang di tahun mendatang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  14:54 WIB
Korsel Kebut Pengembangan Mobil Masa Depan
Hyundai - reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Selatan meluncurkan rencana untuk mempercepat pengembangan mobil listrik, kendaraan otonom, dan bahkan mobil terbang di tahun mendatang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan dalam pidato hari Selasa (15/10/2019) bahwa perusahaan Korea akan menginvestasikan 60 triliun won (US$50 miliar) dalam 10 tahun ke depan untuk pengembangan masa depan transportasi.

Pemerintah akan menghabiskan 2,2 triliun won untuk membantu mengembangkan teknologi terkait dan melakukan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan pengembangan.

“Komersialisasi kendaraan otonom akan terjadi pada 2027, atau tiga tahun lebih awal dari yang direncanakan,” ungkap Moon, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (15/10).

Moon bertaruh bahwa investasi akan menciptakan lapangan kerja dan memacu ekonomi. Seperti diketahui, ekonomi Korsel bergantung pada ekspor dan menjadi salah satu yang paling terpukul oleh ketegangan perdagangan global. Bank Sentral Korea baru-baru ini juga mengatakan akan sulit untuk mencapai tingkat pertumbuhan 2,2 persen tahun ini.

Moon juga meramalkan bahwa kendaraan listrik dan berbahan bakar hidrogen akan menyumbang 33 persen penjualan mobil pada tahun 2030 dari sekitar 2,6 persen tahun ini. Sebagai perbandingan, China mengatakan mereka menargetkan pangsa pasar mobil listrik, plug-in hybrid, dan kendaraan berbahan bakar bahan hydrogen mencapai 40 persen dari total penjualan pada tahun 2030.

Pasar Mobil Masa Depan Korea Selatan

Untuk mempromosikan penjualan kendaraan jenis ini, pemerintah akan mempertimbangkan untuk memperluas subsidi kepada pembeli dan memangkas harga hidrogen menjadi setengahnya pada tahun 2030 dari level saat ini, menurut pernyataan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi dan kementerian lainnya pada hari Selasa.

Pemerintah juga akan mendorong operator bus dan truk untuk beralih ke kendaraan listrik dan hydrogen, selain akan menambah jumlah stasiun pengisian mobil listrik hingga 15.000 lokasi pada tahun 2030 dari 5.427 lokasi saat ini, sedangkan lokasi pengisian bahan bakar hidrogen akan ditambah menjadi 660 dari 31.

Untuk mobil otonom, pemerintah berencana untuk menetapkan peraturan pada tahun 2024 untuk melegalkan mobil jenis tersebut beroperasi di jalan umum, dengan berbagai tingkat pengawasan pengemudi.

Korsel juga berencana untuk membuat sistem rute dan aturan keselamatan pada 2023 untuk memulai layanan kendaraan udara pribadi mulai 2025.

Sejalan dengan rencana pemerintah, Hyundai Motor Group berencana untuk berinvestasi 41 triliun won pada tahun 2025 untuk mengembangkan kendaraan otonom dan berencana meluncurkan sejumlah mobil pada tahun 2021. Hyundai juga berencana untuk merilis 23 line-up mobil listrik pada tahun 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, korea selatan

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top