Muslim United Tetap Digelar, Sultan HB X : Itu Urusan Polisi

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) tetap menggelar kegiatan Muslim United : Sedulur Saklawase di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta meskipun tidak mengantongi izin dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  18:05 WIB
Muslim United Tetap Digelar, Sultan HB X : Itu Urusan Polisi
Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) tetap menggelar kegiatan 'Muslim United : Sedulur Saklawase' di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta meskipun tidak mengantongi izin dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dilaporkan Antara,  panggung dan sejumlah tenda tenant berdiri sejak Jumat (11/10/2019) pagi. Para peserta juga tampak memadati halaman masjid milik Kraton tersebut.

"Kita kan yang punya rumah, kan tidak mengizinkan," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Gubernur, apabila acara itu tetap digelar maka menjadi urusan pihak kepolisian, khususnya berkaitan dengan aspek keamanannya.

"Ya itu kan urusan polisi. Kalau saya kan hanya itu. Selama aman dan sebagainya kan itu urusan polisi," kata Sultan.

Kegiatan Muslim United yang akan berlangsung mulai 11-13 Oktober 2019 itu menghadirkan beberapa ustaz seperti Abdul Somad, Hanan Attaki, Lutfi Basori, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir, hingga Felix Siauw.

Beberapa agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tablig Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering dan Kids Corner.

Beberapa ustaz seperti Hanan Attaki juga telah memulai ceramahnya pada Jumat sore. Videotron berukuran besar juga tampak disediakan oleh panitia untuk peserta yang tidak mendapatkan tempat di dalam masjid.

Pada 28 September 2019, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono juga telah mengeluarkan surat yang menyatakan belum mengizinkan peminjaman sejumlah tempat milik Keraton meliputi Masjid Gedhe Kauman, Ndalem Pangulon, dan Alun-alun Utara untuk kegiatan Muslim United.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin dari penyelenggara Muslim United.

Sebelum mengeluarkan izin, lanjut Yulianto, kepolisian juga harus menerima izin yang dikeluarkan oleh pemilik tempat kegiatan, dalam hal ini Kraton Ngayogyakarta terlebih dahulu.

"Dalam hal ini Polri belum menerima izin penggunaan tempat yang dikeluarkan oleh pihak Kraton. Polisi keluarkan izin jika yang punya tempat mengeluarkan izin penggunaan tempat," kata Yulianto.

Sementara itu, ditemui di lokasi acara, Ketua Bidang Pameran Panitia Muslim United Tanu Nazwagi tidak mau berkomentar ihwal penolakan izin dari Keraton Yogyakarta.

Selain bukan ranahnya untuk menjawab, menurut Tanu, acara yang digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) itu telah diakomodir oleh pihak Takmir Masjid Gedhe Kauman.

"Saya 'no comment' kalau itu. Setahu saya kita di sini di bawah perintah Forum Ukhuwah Islamiyah dan diakomodir Takmir Masjid Kaumam dan Pam Budaya Jogja," kata dia.

Menurut Tanu, acara yang secara resmi akan dibuka pada Jumat malam itu akan mencoba memperlihatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Walaupun berbeda 'madzhab', beda 'harakah' tetapi tetap bersatu di Muslim United," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, acara itu juga menunjukkan semangat ekonomi Islam yang diwujudkan dengan pendirian 120 tenant mulai dari produk fesyen, kuliner, hingga paket umrah. Pemda DKI Jakarta, kata dia, juga ikut berpartisipasi menghadirkan sebanyak 8 tenant dalam kegiatan itu.

"[Hari] ini masih awal. Tahun lalu [jumlah pengunjung] dalam satu hari bisa sampai 15.000 orang," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
yogyakarta, sri sultan hamengkubuwono

Sumber : Antara

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top