Mantan Menperin Saleh Husin Tak Tega Saat Melihat Kondisi Wiranto

Menko Polhukam Wiranto menjalani operasi setelah mengalami penyerangan di Menes, Pandeglang, Banten. Berdasar video terbaru yang beredar, saat penyerangan, pelaku melakukan gerakan menusuk sambil berlari, kemudian melakukan serangan kedua.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  16:27 WIB
Mantan Menperin Saleh Husin Tak Tega Saat Melihat Kondisi Wiranto
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) turun dari mobil sebelum diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). - ANTARA/Handout

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menjalani operasi setelah mengalami penyerangan di Menes, Pandeglang, Banten. Berdasar video terbaru yang beredar, saat penyerangan, pelaku melakukan gerakan menusuk sambil berlari, kemudian melakukan serangan kedua.

Setelah mendapat perawatan pertama di Pandeglang, Wiranto selanjutnya menjalani perawatan di RSPAD. Kamis malam ( 10/10/2019) Wiranto menjalani operasi di RSPAD.

Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin menyebutkan bagaimana kondisi Wiranto saat ditengoknya pada Jumat (11/10/2019) pagi.

"Tadi pagi jam 9.30 saya menyempatkan besuk Pak Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum ke ruang perawatan Pak Wiranto saya duduk ngobrol sebentar dengan dokter jaga yang lagi standby di situ dan dokter mengatakan kemarin malam mereka habis melakukan operasi pada usus Pak Wiranto yang kena tikaman senjata tajam tersebut, " ujar Saleh dalam keterangan resminya diterima Jumat.

Disebutkan Saleh, saat itu Agum Gumelar dan Fachrul Razi juga ikut ngobrol dengan dokter tersebut.

"Setelah itu kami masuk dan melihat kondisi Pak Wiranto yang lagi terbaring lemas dan kami ajak bicara tetapi bicara beliau masih sangat pelan , mungkin masih kesakitan," ujar Saleh.

"Sebagai orang yang pernah menjadi bawahannya secara langsung ketika saya masih di partai [Hanura] sangat tidak tega melihat kondisi Pak Wiranto dan saya masih katakan Bapak harus kuat dan tetap sehat," ujar Saleh.

Saleh menambahkan,  walau dengan suara yang pelan dan lemas, Wiranto masih sempat berpesan kepada dirinya untuk terus beraktivitas dan berbakti pada negara.

Sementara itu, seperti diberitakan Antara, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo mengatakan Menko Polhukam Wiranto masih berada di ruang perawatan belum dipindahkan ke kamar rawat inap.

"Kita bersyukur kondisi Pak Wiranto sudah semakin baik, dan sudah bisa kontak, dan sekarang tinggal pemulihan. Ini keterangan dari dokter Terawan, sekarang lagi proses pemulihan, setelah normal nanti baru pindah ke rawat inap," kata Subagyo.

Subagyo belum mendapatkan keterangan kapan jadwal pasti Wiranto bisa keluar rumah sakit dan menjalani rawat jalan.

"Saya tidak tahu kapan keluar, saya bukan dokter, mudah-mudahan secepatnya, mohon doa dari semuanya," ujarnya.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden lainnya yang juga menjenguk Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan, Wiranto harus menjalani operasi yang cukup besar yang membutuhkan waktu penanganan selama tiga jam.

"Luka kan sudah tahu semua, di perut kan, operasinya tiga jam lebih, jadi operasi yang cukup besar, kondisi sudah membaik," ujar Agum.

Sebelumnya, pada Kamis 10 Oktober 2019, Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal ketika melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten.

Wiranto dikabarkan terkena dua tusukan benda tajam di perut akibat penyerangan tersebut. Awalnya Wiranto mendapatkan perawatan di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Selain Wiranto, tiga orang lainnya juga terkena tusukan pelaku, yaitu ajudan Wiranto, Kapolsek Menes Pandeglang Kompol Daryanto, dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wiranto

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top