Indonesia dan Saudi Kerja Sama Awasi Obat dan Makanan

Ada alasan kuat yang menjadi latar belakang kerja sama strategis antara Arab Saudi dan Indonesia dibidang pengawasan obat dan makanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  17:23 WIB
Indonesia dan Saudi Kerja Sama Awasi Obat dan Makanan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito (tiga dari kanan).

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menjalin kerja sama dengan Arab Saudi dalam pengawasan obat dan makanan.

Kemitraan dijalin Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan Saudi Food and Drug Administration (SFDA) untuk supervisi produk yang sehat dikonsumsi masyarakat.

Ada alasan kuat yang menjadi latar belakang kerja sama strategis antara Arab Saudi dan Indonesia dibidang pengawasan obat dan makanan.

Hal itu dikatakasn CEO of SFDA Hisham bin Saad Al Jadhey saat bertemu dengan Kepala BPOM Penny K Lukito di Riyadh, Arab Saudi, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Hisham menyebutkan alasan kuat itu karena Arab Saudi dan Indonesia adalah negara Muslim. Dua negara mempunyai hubungan erat yang secara bersama tergabung dalam anggota G-20.

Kemudian, pengawasan obat dan makanan di Arab Saudi dan Indonesia dilaksanakan oleh satu lembaga independen yang mempunyai kekuatan spesifik di bidangnya dan unggul di regional masing-masing. Kedua pihak dinilai Hisham dapat saling mengisi dan memberi dalam kepentingan yang saling menguntungkan.

Pertemuan bilateral kedua lembaga pengawas obat dan makanan tersebut dilakukan usai acara pembukaan SFDA Annual Conference and Exhibition 2019 di Riyadh International Convention and Exhibition Center. Kepala BPOM hadir sebagai tamu kehormatan.

Penny Lukito mengemukakan kemitraan dengan Saudi itu sebagai lanjutan dari pertemuan Kepala Badan Pengawas Obat Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang diadakan di Jakarta tahun lalu.

BPOM, kata Penny, melakukan langkah-langkah konkret terkait implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi hasil pertemuan tersebut.

BPOM dan SFDA sepakat mendukung kesinambungan forum penting yang mewujudkan tujuan kemandirian suplai obat dan vaksin serta peningkatan akses dan ketersediaan obat dan vaksin negara anggota OKI.

Kini, ungkap Penny, BPOM, SFDA, dan OKI juga bertukar informasi mengenai sistem pengawasan obat dan makanan di Arab Saudi dan Indonesia.

Di bidang pangan, setidaknya ada empat isu strategis yang menjadi bahan diskusi, antara lain Sertifikasi Halal produk pangan, kolaborasi dan kerja sama Risk Assessment in Food, Kebijakan Sistem Pengawasan Keamanan Pangan dan Program Healthy Food.

"BPOM juga mengajak SFDA untuk menguatkan komitmen kerja sama yang sudah berjalan, termasuk untuk mendorong perdagangan kedua negara," jelas Penny.

Penny berharap kerja sama SFDA dan BPOM dapat berkontribusi dalam upaya kemandirian dan akses obat dan vaksin di negara anggota OKI.

Hisham memberi apresiasi kinerja BPOM yang dapat memberi contoh sebagai lembaga regulator yang baik.

Pandangan kami tentang Indonesia dan BPOM kini berubah. Begitu banyak pencapaian yang telah diraih BPOM sehingga kami perlu banyak belajar, baik secara substansi teknis maupun pengembangan organisasi yang berkualitas dan mandiri, lanjut Hisham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpom, arab saudi, vaksin

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top