Mahasiswa D3 Agribisnis UNS Kemas Waduk Cengklik Jadi Wisata Kekinian

Mbolang CengKlik merupakan konsep pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal Desa Ngargorejo yang dikemas melalui local startup dan foodtruck serta penyediaan spot foto di area sekitar waduk.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 18 September 2019  |  00:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga Mahasiswa Diploma Tiga Agribisnis Pertanian (Gamagrita) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meluncurkan inovasi bernama Mbolang CengKlik untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan potensi lokal.

Gamagrita merupakan salah satu dari 90 penerima Program Hibah Bina Desa (PHBD) di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam menjalankan program ini, tim Gamagrita FP UNS bermitra dengan Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Marsudi.

Desa Ngargorejo memiliki potensi alam berupa Waduk Cengklik dengan pemandangan alam yang indah dan potensi komoditas pertanian yang tumbuh subur.

Kelompok Wanita Tani mengolah sumber daya alam menjadi berbagai macam produk olahan yang dipasarkan di warung sekitar waduk.

Namun, kemasan produk tersebut masih sangat sederhana serta pemasaran yang dilakukan masih konvensional dan belum memanfaatkan teknologi.

Selain itu dalam keseharian, KWT menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tetapi hasilnya belum dimanfaatkan. Hal tersebut melatarbelakangi tim PHBD untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi.

“Oleh karena itu, dengan adanya PHBD di Desa Ngargorejo diharapkan dapat membangun industri kreatif untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan kemandirian ekonomi” ujar Linggar Akhmad Maulana, Ketua Tim PHBD Gamagrita FP UNS, dikutip dari keterangan pers, Selasa (17/9/2019).

Adapun, Mbolang CengKlik merupakan konsep pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal Desa Ngargorejo yang dikemas melalui local startup dan foodtruck serta penyediaan spot foto di area sekitar waduk.

Tujuan dari program ini sejalan dengan branding strategy Waduk Cengklik. Sehingga, harapannya melalui program ini, KWT dapat mengolah sumber daya alam menjadi berbagai macam produk olahan yaitu sambal dengan berbagai macam varian, minuman herbal, rice bowl, keripik wader dan pare yang dikemas dan dipasarkan melalui foodtruck dan local startup.

Sedangkan, untuk mendukung pemasaran yang sejalan dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0, tim PHBD membuat aplikasi CengKlik.

Aplikasi CengKlik adalah local startup sebagai terobosan pemasaran kekinian yang berisi fitur menu yang ditawarkan, tracking location dari food truck, info Waduk Cengklik, seperti sejarah dan seputar event-event yang diadakan di kawasan Cengklik.

“Dengan diresmikannya program Mbolang CengKlik ini diharapkan dapat menunjang sektor pariwisata Waduk Cengklik dan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki oleh KWT” ujar Rysca Indreswari, pembimbing tim PHBD Gamagrita FP UNS.

Peluncuran program ini berlangsung pada Jumat, (14/9/2019) di Taman Parkir Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Boyolali dihadiri oleh Dekan FP UNS, Kepala Program Studi Diploma III Agribisnis FP UNS, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, Kelompok Wanita Tani, Kepala Desa Ngargorejo dan perangkatnya serta masyarakat umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uns, boyolali

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top