Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Induk WeWork Pastikan IPO Tetap Berjalan

Startup office-sharing yang berbasis di Amerika Serikat ini sebelumnya tengah bersiap untuk melaksanakan investor road show pekan ini menjelang debutnya di lantai bursa dalam waktu dekat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 17 September 2019  |  11:16 WIB
ilustrasi - Bloomberg
ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan induk WeWork, We Company, mengatakan bahwa rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) akan diperkirakan selesai pada akhir tahun.

Startup office-sharing yang berbasis di Amerika Serikat ini sebelumnya tengah bersiap untuk melaksanakan investor road show pekan ini menjelang debutnya di lantai bursa dalam waktu dekat.

Namun, menurut sejumlah sumber, seperti dilansir melalui Reuters, agenda road show terpaksa dibatalkan karena ada kekhawatiran jumlah partisipasi investor yang sedikit.

Perusahaan telah berada di bawah tekanan untuk melanjutkan flotasi pasar saham untuk mendapatkan pendanaan operasionalnya.

Menjelang IPO, We Company menghadapi kekhawatiran tentang standar tata kelola perusahaan, serta keberlanjutan model bisnisnya, yang bergantung pada campuran kewajiban jangka panjang dan pendapatan jangka pendek, dan bagaimana model seperti itu akan menghadapi penurunan ekonomi.

Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa We Company kemungkinan akan menargetkan valuasi dari IPO pada kisaran US$10 miliar-US$12 miliar, penurunan target yang sangat dramatis dari valuasi yang dicapai pada Januari sebesar US$47 miliar.

"We Company menantikan IPO ini, yang kami harapkan dapat selesai pada akhir tahun. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan, anggota, dan mitra kami atas komitmen mereka," kata perusahaan itu dalam pernyataan singkatnya, seperti dikutip melalui Reuters, Selasa (17/9/2019).

Jika We Company tetap melakukan IPO sesuai dengan rencana, dengan valuasi yang rendah, maka aksi ini akan menjadi titik balik utama dalam pertumbuhan industri modal ventura sejak satu dekade terakhir, yang telah melahirkan startup seperti Uber Technologies Inc., Snap Inc., dan Airbnb Inc.

Menurut penyedia data Crunchbase, We Company hanya akan bernilai kurang dari US$12,8 miliar dalam ekuitas yang telah mereka kumpulkan sejak 2010.

Penurunan tersebut juga akan menjadi pukulan bagi pendukung terbesarnya, SoftBank Group Corp, di mana pada saat yang sama We Company tengah berupaya untuk mengumpulkan dana investor sebesar US$108 miliar melalui Vision Fund.

Beberapa sumber mengatakan bahwa SoftBank sedang membahas strategi untuk mendukung IPO dengan menarik saham kepemilikannya senilai antara US$750 juta-US$1 miliar.

Namun, We Company telah memutuskan, bahwa bakan dengan dukungan SoftBank, IPO hanya akan mengumpulkan dana setidaknya sedikit lebih dari US$2 miliar, kurang dari target awal pada kisaran US$3 miliar.

"Target ini terkait dengan batas kredit US$6 miliar yang We Company dapatkan dari bank bulan lalu, sehingga IPO harus berlangsung dan selesai pada akhir tahun, dengan target pengumpulan dana setidaknya sebesar US$3 miliar," ujar salah satu sumber.

Jika perusahaan yang berbasis di New York ini gagal memenuhi target ini pada akhir tahun, maka mereka perlu untuk mendapatkan pendanaan alternatif.

SoftBank terakhir kali berinvestasi di We Company sebesar US$2 miliar pada Januari, ketika valuasi perusahaan berada pada kisaran US$47 miliar. Saat ini, perusahaan telekomunikasi asal Jepang itu telah mendesak agar IPO ditunda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top