Belum Capai Titik Temu, Pilot British Airways masih Lanjutkan Aksi Mogok

Pilot British Airways menuntut pembatalan hampir seluruh penerbangan pada hari kedua aksi mogok pada Selasa (10/9/2019), ketika serikat pekerja meminta manajemen membuat proposal pembayaran baru untuk menyelesaikan sengketa.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 September 2019  |  15:52 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - Pilot British Airways menuntut pembatalan hampir seluruh penerbangan pada hari kedua aksi mogok pada Selasa (10/9/2019), ketika serikat pekerja meminta manajemen membuat proposal pembayaran baru untuk menyelesaikan sengketa.

Dilansir dari Bloomberg, maskapai telah membatalkan lebih dari 1.600 keberangkatan dan kedatangan, setelah hanya lima penerbangan yang dioperasikan pada Senin. Pemogokan diperkirakan menelan biaya sekitar 40 juta pound per hari

Dengan rencana pemogokan lanjutan pada 27 September mendatang, Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Inggris (Balpa) mengatakan solidaritas aksi pemogokan ini merupakan peringatan untuk British Airways, dan bahwa tidak ada negosiasi lebih lanjut yang direncanakan setelah aksi mogok ini berakhir tepat sebelum tengah malam .

"Pilot berdiri teguh dan telah menunjukkan seberapa tegas mereka. British Airways harus mulai mendengarkan pilotnya dan benar-benar menemukan cara untuk menyelesaikan perselisihan ini," kata Sekretaris Jenderal Balpa Brian Strutton, seperti dikutip Bloomberg.

Chief Executive Officer British Airways Alex Cruz mengatakan kepada BBC sebelumnya bahwa para awak kabin telah ditawari kesepakatan yang akan menaikkan remunerasi sebesar 11,5 persen menjadi 202.000 pound, termasuk tunjangan.

Balpa membantah angka-angka tersebut dan menuntut biaya penyelesaian aksi mogok sebesar 5 juta pound, atau seperdelapan dari kerugian akibat aksi mogok per harinya.

Pemogokan ini merupakan yang pertama kali melibatkan pilot perusahaan sejak 1979 dan mengancam rencana perjalanan sejumlah orang di akhir musim panas. Perusahaan telah memesankan ulang penerbangan di maskapai lain bagi penumpang yang terkena dampak jika memungkinkan, menawarkan tanggal pengganti, atau memberikan pengembalian uang. Sekitar 195.000 penumpang terpengaruh oleh aksi ini.

Pilot melanjutkan pemogokan menyusul macetnya pembicaraan mengenai kontrak baru. BA menuduh Balpa tidak bertindak dengan itikad baik dengan membuat "proposal kenaikan jam kesebelas" yang menurut maskapai akan menelan biaya tambahan senilai 50 juta pound.

Di sisi lain, Balpa berpendapat bahwa BA telah mengabaikan proposal yang masuk akal untuk upah yang lebih tinggi dan peningkatan tunjangan dan bahwa tuntutan mereka hanya sebagian kecil dari jumlah itu.

BA mengirim email peringatan kepada pilot bahwa mereka akan kehilangan tunjangan perjalanan untuk pibadi dan keluarga mereka selama tiga tahun ke depan jika ikut dalam aksi mogok. Maskapai telah mengeluarkan berbagai ancaman yang menunjukkan BA tidak berniat membantu meredakan situasi, menurut Balpa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
british airways

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top