Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Para Pengunjuk Rasa di Hong Kong Minta Trump Turun Tangan

Ribuan pengunjuk rasa Hong Kong hari ini menyanyikan lagu kebangsaan AS dan meminta Presiden AS Donald Trump untuk "membebaskan" kota yang dikuasai China itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 September 2019  |  17:45 WIB
Para Pengunjuk Rasa di Hong Kong Minta Trump Turun Tangan
Calon penumpang mencoba mengamankan diri ketika para polisi anti huru-hara tiba di luar Hong Kong International Airport, Hong Kong, China, Minggu (1/9/2019). - Reuters/Anushree Fadnavis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Ribuan pengunjuk rasa Hong Kong hari ini menyanyikan lagu kebangsaan AS dan meminta Presiden AS Donald Trump untuk "membebaskan" kota yang dikuasai China itu.

Aksi tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian demonstrasi yang telah mencengkeram wilayah itu selama berbulan-bulan.

"Berjuang demi kebebasan, berdirilah bersama Hong Kong," teriak mereka sebelum menyerahkan petisi di Konsulat AS dengan tuntutan "Tolak Beijing, bebaskan Hong Kong."

Menteri Pertahanan AS Mark Esper kemarin mendesak China untuk menahan diri di Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Esper menyampaikan seruannya di Paris ketika polisi di Hong Kong mencegah pengunjuk rasa memblokir akses ke bandara. Akan tetapi polisi menembakkan gas air mata pada malam hari di distrik padat penduduk di Mong Kok.

Sebelumnya Trump menyarankan China untuk bertindak "secara manusiawi" dalam menyelesaikan masalah di Hong Kong sebelum kesepakatan perdagangan dicapai dengan Washington. Trump menyebut protes itu merupakan "kerusuhan" yang yang harus dihadapi China.

Aksi protes pada hari ini berlangsung damai. Polisi menghadapi aksi itu dengan tindak kekerasan dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menggunakan meriam air, peluru karet dan gas air mata.

"Pada saat AS terkunci dalam perang dagang dengan China saat ini, ini adalah kesempatan baik bagi kami untuk menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok pro-China juga melanggar hak asasi manusia di Hong Kong dan membiarkan kebrutalan polisi," kata Cherry, 26, pengunjuk rasa yang bekerja di industri keuangan, sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (8/9/2019).

Cherry merupakan bagian dari pelaku aksi protes yang turut bergerak ke Konsulat AS.

"Kami ingin pemerintah AS membantu melindungi hak asasi manusia di Hong Kong," kata Cherry.

Hong Kong kembali ke China dengan formula "satu negara, dua sistem". Formula itu menjamin kebebasan yang tidak dinikmati di China daratan. Banyak warga Hong Kong takut Beijing akan mengikis otonomi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong Donald Trump
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top