Pengelolaan Air, Sampoerna Menjadi Yang Pertama Mendapat Sertifikasi AWS

Fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk. di Sukorejo menerima sertifikasi pemeliharaan air berkelanjutan atau alliance of water stewardship (AWS) core criteria karena mampu menjaga pelestarian air.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 02 September 2019  |  17:01 WIB
Pengelolaan Air, Sampoerna Menjadi Yang Pertama Mendapat Sertifikasi AWS
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA—Fasilitas produksi PT HM Sampoerna Tbk. di Sukorejo menerima sertifikasi pemeliharaan air berkelanjutan atau alliance of water stewardship (AWS) core criteria karena mampu menjaga pelestarian air.

Ervin Pakpahan, Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, mengatakan perusahaan menyadari kelangkaan air bersih menjadi tanggung jawab penggunanya, baik pelaku industri maupun masyarakat secara luas.

Hal itu membuat Sampoerna mengelola isu ketersediaan air bersih di fasilitas produksinya dengan penuh tanggung jawab.

“Sampoerna tidak hanya mengurangi penggunaan air dalam produksi. Lebih jauh lagi, kami melakukan pemeliharaan terhadap air,” katanya, Senin (2/9/2019).

Sampoerna memang melakukan pengurangan penggunaan air dan menjaga daerah aliran sungai di fasilitas produksinya. Komitmen itu pun dituangkan menjadi upaya dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap fasilitas produksi, daerah tangkapan air, dan sistem AWS.

Untuk standar AWS sendiri dirancang untuk mencapai empat tujuan tata layanan air, yakni pengelolaan air yang baik, ketersediaan air yang berkelanjutan, kualitas air yang baik, dan kesehatan daerah penting terkait air.

Proses sertifikasi dengan nomor registrasi AWS-010-INT-CAB-00-07-00017-0091 tersebut dilakukan sejak 2018. Proses tersebut diawali dengan komitmen, pengumpulan data, dan membuat penilaian risiko tentang status air di daerah tangkapan air.

Setelah itu, prosesnya dilanjutkan dengan perencanaan, implementasi, dan evaluasi terhadap siklus untuk mendapatkan pengembangan yang dibutuhkan.

Standar sertifikasi AWS fokus untuk menciptakan manfaat bersama dengan pihak lain di daerah tangkapan air, termasuk bagaimana pengelolaan air dapat direalisasikan secara kolektif untuk meningkatkan kesehatan di daerah tangkapan.

Ervin menyebut Sampoerna ikut melibatkan seluruh pemangku kepentingan di area tangkapan untuk melakukan efisiensi penggunaan air, menjaga, dan memelihara daerah sekitarnya.

Menurutnya, Sampoerna memiliki komitmen untuk melanjutkan implementasi pemeliharaan air di seluruh fasilitas produksinya.

“Kami bangga dapat menjadi pelopor dalam hal pemeliharaan air di Indonesia dan berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk melakukan mitigasi perubahan iklim dengan harapan lingkungan hidup berkelanjutan dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hm sampoerna

Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top