MUI Serukan Semangat Hijriah Sambut 1 Muharram 1441 H

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan hijrah dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan baik secara personal maupun kemasyarakatan dan kebangsaan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  19:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia menyerukan agar seluruh umat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah dengan semangat hijrah menuju kesalehan dan kemenangan hakiki.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan hijrah dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan baik secara personal maupun kemasyarakatan dan kebangsaan.

"Dari aspek kehidupan pribadi, hijrah harus memberikan perubahan pada setiap pribadi, dari pribadi yang sombong, culas dan dzalim menuju pribadi yang adil, jujur dan terpuji," katanya melalui siaran resmi, Sabtu (31/8/2019).

Hijrah juga diartikan perubahan dari perilaku yang suka menggunjing, mengumpat dan memfitnah menuju pribadi yang santun, ramah dan suka menebarkan cinta dan kedamaian.

Selain itu, perubahan lainnya juga dapat dilakukan dari pribadi yang konsumtif, boros dan koruptif menuju pribadi yang produktif, hemat dan sederhana atau zuhud.

"Adapun dari aspektatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan, hijrah harus memberikan perubahan kepada masyarakat bangsa, dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat madani, yaitu masyarakat yang beriman, maju, mandiri, bahagia lahir batin, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum dan norma susila, serta jujur, adil, setara [demokratis], beradab dan berakhlak mulia," terangnya.

MUI berharap semangat hijrah dapat mengembangkan akhlak dan perilaku umat Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i'tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama, demi mewujudkan persaudaraan Islam yang hakiki (ukhuwah Islamiyyah).

Dia berharap tahun baru hijriah juga menjadi tahun rekonsiliasi nasional, yang dapat merekatkan dan mengukuhkan kembali persaudaraan, komitmen kebangsaan, mengembangkan wawasan kebhinnekaan, serta menciptakan kehidupan berbangsa.

"Dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan [ukhuwah wathaniyyah] dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,"imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mui

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top