Kebakaran Hutan di Amazon Capai Rekor Tertinggi dalam 6 Tahun Terakhir

Jumlah kebakaran di hutan hujan Amazon mencapai rekor tahun ini dengan total 72.843 kebakaran sepanjang Januari-Agustus 2019, menurut data badan riset antariksa Brasil, Institut Nasional untuk Riset Antariksa (INPE).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -Jumlah kebakaran di hutan hujan Amazon mencapai rekor tahun ini dengan total 72.843 kebakaran sepanjang Januari-Agustus 2019, menurut data badan riset antariksa Brasil, Institut Nasional untuk Riset Antariksa (INPE).

Jumlah tersebut mengalami lonjakan 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Inpe menyatakan bahwa kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2013.

Dilaporkan Reuters, Rabu (21/8/2019), sejak Kamis pekan lalu INPE menyatakan citra satelit mendeteksi 9.507 kebakaran hutan baru di Brasil, sebagian besar terjadi di lembah Amazon.

Citra satelit menunjukkan negara bagian paling utara Brasil, Roraima, diselimuti asap gelap. Sedangkan wilayah tetangganya, Amazonas, menyatakan kondisi darurat terkait kebakaran hutan.

Kebakaran hutan sering kali terjadi pada musim kemarau di Brasil. Tetapi tak dipungkiri, kebakaran biasanya juga disulut dengan sengaja dalam upaya deforestasi secara ilegal untuk lahan peternakan.

Lonjakan angka kebakaran hutan terjadi sejak Presiden Brasil Jair Bolsonaro memerintah pada Januari lalu. Dia mengatakan, akan mengembangkan wilayah Amazon untuk pertanian dan pertambangan, mengabaikan kekhawatiran internasional atas meningkatnya deforestasi.

Ditanya tentang penyebaran api yang tidak terkendali, Bolsonaro menepis kritik dan mengatakan bahwa ini musimnya "queimada" atau pembakaran, ketika petani menggunakan api untuk membuka lahan.

Sementara itu, INPE mengatakan sejumlah besar kebakaran hutan tidak dapat dikaitkan dengan musim kemarau atau fenomena alam saja.

"Tidak ada yang abnormal tentang iklim tahun ini atau curah hujan di wilayah Amazon, yang hanya sedikit di bawah rata-rata," kata peneliti INPE Alberto Setzer.

Setzer berujar, orang sering menyalahkan musim kemarau untuk kebakaran hutan di Amazon, tetapi itu tidak cukup akurat.

"Musim kemarau menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk penggunaan dan penyebaran api, tetapi menyalakan api adalah pekerjaan manusia, baik sengaja atau tidak sengaja," kata Setzer.

Bolsonaro baru-baru ini memecat direktur INPE setelah ia mengkritik statistik badan tersebut yang menunjukkan adanya peningkatan deforestasi di Brasil. Dia menyebut data INPE tidak akurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top