Jawa Barat Aktif Antisipasi Risiko Bencana Alam

Provinsi Jawa Barat aktif melakukan penilaian ketangguhan desa (PKD) sebagai rangkaian dari ekspedisi destana tsunami. Kegiatan ini merupakan upaya pengelolaan risiko dari bencana alam.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  11:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Provinsi Jawa Barat aktif melakukan penilaian ketangguhan desa (PKD) sebagai rangkaian dari ekspedisi destana tsunami. Kegiatan ini merupakan upaya pengelolaan risiko dari bencana alam.

Aktivitas penilaian ketangguhan bencana di tingkat desa/kelurahan merupakan perangkat alat hitung ketangguhan desa melalui indikator-indikator dan komponen yang telah disusun. Perangkat tersebut dilaksanakan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 8357:2017, tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana.

Dengan penerapan SNI desa dan kelurahan tangguh bencana, terdapat upaya-upaya pengelolaan risiko bencana yang dapat secara nyata berkontribusi dalam penurunan risiko bencana termasuk dampak perubahan iklim melalui pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan dengan pelibatan langsung masyarakat termasuk didalamnya kelompok rentan dan kelompok marginal lainnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka perangkat tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bersama dalam menilai upaya pengelolaan risiko bencana berbasis masyarakat, termasuk di dalamnya adaptasi terhadap fenomena perubahan iklim, di tingkat desa/kelurahan.

Dalam laman Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dikutip pada Selasa (13/8/2019), perangkat penilaian ini menilai 5 komponen, terdiri dari komponen pertama yakni kualitas dan akses layanan dasar. Komponen kedua adalah dasar sistem penanggulangan bencana. Kedua komponen tersebut merupakan indikator dasar, seperti termaktub dalam SNI, untuk memastikan usaha-usaha penguatan ketangguhan dapat berjalan dengan baik.

Komponen ketiga, pengelolaan risiko bencana. Komponen keempat yakni kesiapsiagaan darurat, dan komponen kelima adalah kesiapsiagaan pemulihan. Ketiga komponen ini merupakan representasi proses untuk mewujudkan indikator hasil dalam SNI. Oleh karenanya, komponen 1 dan 2 menjadi dasar bahwa komponen berikutnya dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak.

Adapun kegiatan ini masuk dalam rangkaian ekspedisi destana tsunami segmen 3 Jawa Barat yang telah berlangsung sejak tanggal 2-12 Agustus 2019 dan menyambangi 5 kabupaten yakni Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cianjur dan Sukabumi, dengan 7 titik lokasi pelaksanaan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa barat

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top