Trump Remehkan Dampak Perang Dagang AS-China

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kekhawatiran perang dagang yang berlarut-larut dengan China meski Beijing memperingatkan bahwa menyebutnya sebagai manipulator mata uang akan memiliki konsekuensi parah bagi tatanan keuangan global.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  08:13 WIB
Trump Remehkan Dampak Perang Dagang AS-China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kekhawatiran perang dagang yang berlarut-larut dengan China meski Beijing memperingatkan bahwa menyebutnya sebagai manipulator mata uang akan memiliki konsekuensi parah bagi tatanan keuangan global.

Trump, yang mengumumkan minggu lalu bahwa dia akan mengenakan tarif 10 persen pada impor produk China senilai US$300 miliar mulai 1 September, mengatakan bahwa sejumlah besar uang dari China dan negara lain tetap mengalir ke dalam ekonomi AS.

Dia juga berjanji untuk berdiri bersama para petani Amerika Serikat dalam menghadapi pembalasan China.

China telah menghentikan pembelian produk pertanian AS dan meningkatkan kemungkinan tarif tambahan untuk produk pertanian AS.

Para petani AS yang menjadi konstituen politik utama untuk Trump, menjadi salah satu yang paling terpukul dalam perang dagang tersebut.

Pengiriman kedelai, ekspor pertanian AS yang paling besar ke China merosot ke posisi terendah dalam 16 tahun pada 2018 seperti dikutip Reuters, Rabu (7/8/2019).

Meski Trump mengecilkan arti perang dagang, namun Presiden Bank Sentral negara bagian StLouis, James Bullard mengatakan bank sentral AS mungkin akan terjebak dengan lingkungan perdagangan global yang bergejolak selama bertahun-tahun.

"Saya pikir ketidakpastian rezim perdagangan tinggi saat ini," kata Bullard pada acara makan siang National Economist Club.

Dia memperkirakan ketidakpastian itu belum akan hilang dalam waktu dekat. 

Departemen Keuangan AS mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mengidentifikasi untuk pertama kalinya sejak 1994 bahwa Beijing telah memanipulasi mata uangnya.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, Donald Trump, perang dagang AS vs China

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top