Takeaway.com dan Just Eat Sepakati Aksi Merger

Takeaway.com yang bermarkas di Amsterdam dan rivalnya dari Inggris, Just Eat, menyelesaikan persyaratan kesepakatan untuk menciptakan perusahaan pengiriman makanan global yang dapat menyaingi Uber Eats sebagai yang terbesar di luar China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  16:00 WIB
Takeaway.com dan Just Eat Sepakati Aksi Merger
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Takeaway.com yang bermarkas di Amsterdam dan rivalnya dari Inggris, Just Eat, menyelesaikan persyaratan kesepakatan untuk menciptakan perusahaan pengiriman makanan global yang dapat menyaingi Uber Eats sebagai yang terbesar di luar China.

Dari merger keduanya, akan lahir grup yang disebut Just Eat Takeaway.com dan ditargetkan menjadi menjadi pemimpin pasar di Inggris, Jerman, Belanda dan Kanada.

Dilansir dari Reuters, kedua perusahaan mengatakan pada hari Senin (5/8/2019) telah mendukung kesepakatan seperti yang diuraikan pada 29 Juli, dengan pemegang saham Just Eat menerima 0,09744 saham baru di Takeaway.com untuk masing-masing saham yang dimiliki.

Nilai persyaratan Just Eat sekitar 4,7 miliar pound (US$5,7 miliar), berdasarkan harga saham Takeaway pada penutupan pasar Jumat.

Saham Takeaway.com telah tergelincir sekitar 8 persen sejak kesepakatan itu diumumkan minggu lalu, dan diperdagangkan pada 76,70 euro per saham pada perdagangan Senin pagi.

"Dewan direksi percaya bahwa ini adalah penawaran menarik bagi pemegang saham Just Eat yang akan menciptakan pemimpin global dalam sektor yang dinamis dan berkembang pesat," kata ungkap pimpinan Just Eat Mike Evans, seperti dikutip Reuters.

"Bersama-sama kita akan memiliki skala untuk menangkap peluang besar di pasar pengiriman, karena pemesanan makanan menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari", katanya kepada wartawan.

Skala merupakan hal yang sangat penting dalam pasar yang tumbuh cepat, karena saingan global seperti Deliveroo yang didukung Amazon dan Uber Eats bersaing untuk menawarkan konsumen pilihan terbesar.

"Ada persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar global ini, dengan banyak pihak baru yang muncul,” ungkap CEO Takeaway, Jitse Groen, yang akan memimpin perusahaan hasil merger tersebut.

"Menyatukan keduanya berarti kita dapat mengumpulkan keuntungan dari keduanya untuk mengalokasikan modal secara efisien ke 23 negara," lanjutnya.

Kedua perusahaan mengatakan merger tersebut diperkirakan akan menghasilkan penghematan biaya 20 juta euro dalam empat tahun, dengan sekitar setengah dari jumlah itu diperkirakan akan tercapai pada tahun pertama.

Kesepakatan ini akan ditutup pada akhir 2019, setelah itu saham Just Eat Takeaway.com akan terdaftar di London, sementara listing Takeaway saat ini di Amsterdam akan hilang setelah setahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
merger

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top