Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bukan Skala Richter, BMKG Gunakan Magnitudo untuk Kekuatan Gempa

Selama ini kerap kita membaca dan mendengar istilah Skala Richter atau disingkat SR untuk kekuatan gempa bumi.
Warga dan pasien berada di luar Rumah Sakit Malimping, Lebak, Banten, Jumat (2/8/2019)./Antara
Warga dan pasien berada di luar Rumah Sakit Malimping, Lebak, Banten, Jumat (2/8/2019)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Selama ini kerap kita membaca dan mendengar istilah Skala Richter atau disingkat SR untuk kekuatan gempa bumi.

Namun, belakangan penggunaan SR itu berganti dengan istilah magnitude atau disingkat M. Bila SR ditulis setelah angka, maka M ditulis sebelum angka.

Istilah SR dan M kerap membuat bingung, apakah menggunakan SR atau M dalam menulis laporan suatu kejadian gempa. Lalu, apa beda SR dengan M tersebut?

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr Daryono yang dihubungi Bisnis.com, Sabtu (3/8/2019), bahwa SR dan M memang berbeda.

SR, ujarnya, digunakan untuk gempa bumi dengan kekuatan rendah atau di bawah 6. Sementara, M digunakan untuk gempa berkekuatan besar.

“SR sudah tak cocok lagi digunakan untuk sekarang, itu adalah penghitungan magnitude yang paling kuno. Metode terkini gunakan magnitudo momen,” ujar Daryono.

Bukan Skala Richter, BMKG Gunakan Magnitudo untuk Kekuatan Gempa

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr Daryono (kanan)./Istimewa

Daryono menambahkan, sejak tahun 2008, BMKG tidak lagi menggunakan SR.

Dikutip dari Wikipedia, Skala Richter atau SR didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum, yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya.

Moment magnitude scale, sering disingkat Mw atau Mw atau umumnya hanya M untuk magnitudo adalah ukuran dari besarnya gempa bumi ("ukuran" atau kekuatan) berdasarkan pada momen seismik.

Skala ini diperkenalkan pada tahun 1979 oleh Tom Hanks dan Hiroo Kanamori sebagai pengganti skala Richter dan digunakan pada bidang ilmu seismologis untuk membandingkan energi yang dilepas oleh sebuah gempa bumi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper