Kaltim Penuhi 6 Syarat untuk Jadi Ibu Kota Baru

Sejumlah akademisi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) optimistis provinsi setempat bakal terpilih sebagai Ibu Kota baru Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  07:00 WIB
Kaltim Penuhi 6 Syarat untuk Jadi Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi disambut Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun

Bisnis.com, SAMARINDA - Sejumlah akademisi di Provinsi Kalimantan Timur  (Kaltim) optimistis provinsi setempat bakal terpilih sebagai Ibu Kota baru Indonesia.

Alasannya, Kaltim telah memenuhi enam persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Profesor Dr Masjaya, kepada awak media di Samarinda, Kamis (1/8/2019), menjelaskan bahwa Kaltim telah memiliki enam persyaratan daerah untuk Ibu Kota negara yang baru, seperti yang dicetuskan oleh Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro.

Masjaya mengatakan kriteria pertama, wilayah itu harus berada di tengah Indonesia dan faktanya posisi geografis Provinsi Kalimantan Timur dilihat dalam peta Indonesia, terletak di tengah-tengah.

Kriteria kedua, memiliki lahan yang luas dan dimiliki pemerintah.

Menurut Rektor, Kaltim memiliki areal yang dibutuhkan tersebut karena ada lahan-lahan eks HPH berstatus HGU (Hak Guna Usaha) yang mau berakhir masanya.

Kriteria ketiga, daerah yang bebas dari gempa bumi. Untuk kriteria ini, Kaltim termasuk yang aman, kecuali ancaman satu-satunya adalah kebakaran hutan.

Namun tanah Kaltim  bukan lahan gambut seperti dimiliki provinsi tetangga, Kalteng, sehingga risikonya lebih sedikit, katanya.

Kriteria keempat, Ibu Kota yang baru dekat dengan kota yang sudah eksis dan berkembang dengan baik.

 Masjaya mengatakan, di Kaltim ada Kota Balikpapan dan Samarinda yang memiliki infrastruktur cukup baik seperti bandara internasional, pelabuhan internasional dan juga jalan tol.

Kriteria kelima, menyangkut kondisi sosial politik di daerah tersebut.

Menurut Rektor, hal itu memang sangat penting dan Kaltim adalah daerah terbuka bagi pendatang yang sangat kondusif.

Di Kaltim tidak pernah terjadi kerusuhan dan benturan antaretnis seperti di provinsi lain, ujarnya.

Kriteria keenam, menyangkut masalah pertahanan dan keamanan. Karena posisi di tengah Indonesia, Kaltim berada di titik aman.

Masjaya mengatakan Unmul sebagai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dan komitmen dalam hal kajian-kajian ilmiah mengenai daerah yang patut menjadi ibu kota negara.

Bahkan dia dan institusinya sudah diundang Bappenas untuk hal tersebut.

“Dari situ kita analisis, indikator kriteria penentuan pemindahan Ibu Kota Indonesia yang disampaikan Kepala Bappenas, sebagian besar, 90 persen, kriteria itu, ada di Kalimantan Timur,” tegas Masjaya.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bappenas, kalimantan timur, Ibu Kota Dipindah

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top