Nissan Akan Rumahkan 10.000 Pekerjanya Secara Global

Nissan Motor Co Ltd dikabarkan berencana untuk merumahkan sekitar 10.000 pekerjanya secara global. Seorang sumber mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk membantu membalikkan bisnisnya yang tengah lesu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  09:32 WIB
Nissan Akan Rumahkan 10.000 Pekerjanya Secara Global
Dealer Nissan-Datsun di Alam Sutera, Tangerang Selatan. - NISSAN

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co Ltd dikabarkan berencana untuk merumahkan sekitar 10.000 pekerjanya secara global. Seorang sumber mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk membantu membalikkan bisnisnya yang tengah lesu.

Mengutip Reuters, Rabu (24/7/2019), sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan bawah rencana perampingan tersebut termasuk rencana pengurangan 4.800 karyawan yang sudah diumumkan lebih dulu pada Mei lalu. Sumber itu berujar, pengurangan pekerja sebagian besar akan dilakukan di pabrik di luar negeri yang tingkat pemanfaatannya rendah.

Dia menambahkan, langkah tersebut akan diumumkan bersamaan dengan pelaporan kinerja keuangan Nissan pada Kamis (25/7/2019) besok. Rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh Kyodo News. Nissan menolak berkomentar ketika dihubungi Reuters.

Nissan berada di bawah tekanan untuk menghidupkan kembali bisnisnya menyusul skandal inspeksi mobil serta penangkapan dan pemecatan mantan CEO Nissan Carlos Ghosn.

Laba operasi produsen mobil itu turun ke level terendah dalam satu dekade pada 2018. Laba operasi Nissan mencapai 318 miliar yen pada tahun lalu, turun 45 persen dari tahun sebelumnya.

Pada Mei, Nissan memproyeksikan laba operasinya tahun ini akan turun sebesar 28 persen dari tahun lalu.

Melemahnya laba Nissan telah menimbulkan kekhawatiran bagi Renault, sebagai pemilik saham sebesar 43 persen di perusahaan Jepang tersebut dan telah berupaya untuk mendorong ikatan kemitraan yang lebih dekat melalui wacana merger.

Meski demikian, sebagian pejabat tinggi Nissan menolak merger dan lebih memilih melanjutkan kemitraan yang setara, yang artinya menghalangi kuasa Renault terhadap Nissan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, mobil, nissan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top