British Airways & Lufthansa Tunda Terbangi Mesir karena Keamanan

Maskapai penerbangan British Airways dan Lufthansa menunda penerbangan tujuan Kairo, Mesir karena alasan keselamatan penerbangan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  19:32 WIB
British Airways & Lufthansa Tunda Terbangi Mesir karena Keamanan
British Airways - Reuters/Paul Hackett

Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai penerbangan British Airways dan Lufthansa menunda penerbangan tujuan Kairo, Mesir karena alasan keselamatan penerbangan.

Perusahaan Penerbangan asal Inggris tersebut mengatakan akan menunda penerbangan menuju Ibu Kota Mesir itu selama satu minggu. Sedangkan maskapai penerbangan Lufthansa menyatakan operasi normal akan dilanjutkan pada hari Minggu (28/7/2019).

Hanya saja, kedua maskapai itu tidak menjelaskan alasan penundaan tersebut. Mereka hanya menyatakan penundaan terkait dengan masalah keselamatan dan keamanan, tapi tidak memerinci lebih lanjut keterangan mereka. Hal ini disampaikan kedua penerbangan tersebut melalui email seperti dikutip Reuters, Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut British Airways beralasan penangguhan itu terkait dengan dilakukannya peninjauan rutin pengaturan keamanan di semua bandara. Disebutkan bahwa hal itu sebagai tindakan pencegahan untuk penilaian lebih lanjut.

Lufthansa pun juga menyatakan pembatalan tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan, namun tidak menyebutkan alasan keselamatan dan keamanan sebagai alasan penundaan penerbangan.

Di sisi lain, Juru Bicara kedua perusahaan penerbangan tidak berkomentar terkait penyebab yang memotivasi penundaan tersebut.

Penundaan penerbangan itu terjadi bersamaan dengan sikap Inggris yang masih mempertimbangkan tanggapan mereka atas penyitaan kapal tanker berbendera negaranya di Selat Hormuz oleh Iran. Penyitaan ini meningkatnya ketegangan yang berasal dari dampak sanksi AS terhadap ekonomi Iran dan ekspor minyak.

Juru bicara Lufthansa Tal Muscal mengatakan perusahaannya memiliki jadwal penerbangan dua kali dalam sehari ke Kairo, masing-masing dari Frankfurt dan Munich.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, mesir

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top