Tim Gerak Cepat Haji Tempatkan Petugas di Ujung Terowongan Menuju Masjidil Haram

Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC) 2019 Dokter Erwinsyah menyatakan masih ada beberapa jemaah haji yang memaksakan diri untuk berjalan kaki ketika menuju dan kembali dari Masjidil Haram Makkah kendati sudah disediakan fasilitas transportasi bus sholawat yang memadai.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  21:40 WIB
Tim Gerak Cepat Haji Tempatkan Petugas di Ujung Terowongan Menuju Masjidil Haram
Jemaah melakukan salat Jumat di Masjidil Haram di bawah suhu lebih dari 40 derajat Celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (12/7/2019). Jemaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah haji 1440 Hijriah. - ANTARA FOTO/Hanni Sofia

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan menempatkan personel untuk berjaga di ujung terowongan yang mengarah ke Masjidil Haram di Arab Saudi.

Berdasarkan keterangan tertulis yang dirilis oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, terowongan itu adalah Terowongan Faisoliyah dan Terowongan Mahbas Jin.

Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC) 2019 Dokter Erwinsyah menyatakan masih ada beberapa jemaah haji yang memaksakan diri untuk berjalan kaki ketika menuju dan kembali dari Masjidil Haram Makkah kendati sudah disediakan fasilitas transportasi bus sholawat yang memadai.

Lamanya waktu tunggu bus dan padatnya jemaah menjadi alasan jemaah yang memaksakan diri untuk berjalan kaki, terutama pada hari Jumat. Situasi ini berisiko tinggi menjadi masalah kesehatan bagi Jemaah haji.

“Pengalaman sejak 2017 banyak jemaah memaksakan diri jalan kaki di terowongan. Ada yang terjatuh, kelelahan dan dehidrasi,” kata dokter Erwinsyah.

Para personil berjaga di mulut terowongan setiap hari Jumat, terutama sebelum dan sesudah waktu pelaksanaan salat Jumat. TGC akan memberikan pertolongan apabila terdapat kasus yang dialami oleh jemaah haji.

Oleh karena itu, para personel dilengkapi dengan perlengkapan darurat (emergency kit) untuk mengantisipasi aneka kejadiaan yang dihadapi para jemaah. Erwin menyatakan penempatan petugas untuk berjaga di terowongan merupakan kegiatan inovasi.

“Kemarin hari Jumat kan sudah standby. Kami memantau saat jemaah berangkat. Kalau jemaah sudah habis [pergi-pulang] kami kembali,” ujar Kiki Pujiarto, anggota TGC yang berprofesi sebagai perawat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top