KBRI Canberra Gelar Workshop Batik Khas Jawa Tengah

Membatik menjadi kegemaran baru para peserta dan tamu undangan dalam Indonesian Cultural Circle (ICC) yang bertajuk “Central Java: the Heart of Javanese Culture” yang diadakan di Wisma Indonesia Canberra.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 Juni 2019  |  13:13 WIB
KBRI Canberra Gelar Workshop Batik Khas Jawa Tengah
Ilustrasi - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, Australia, dan Dharma Wanita Persatuan menggelar workshop batik khas Jawa Tengah pada akhir pekan ini.

Caecilia Legowo, Ketua DWP KBRI Canberra, menyampaikan, membatik menjadi kegemaran baru para peserta dan tamu undangan dalam Indonesian Cultural Circle (ICC) yang bertajuk “Central Java: the Heart of Javanese Culture” yang diadakan di Wisma Indonesia Canberra.

Promosi pariwisata yang rutin diselenggarakan KBRI dan DWP Canberra ini terasa spesial. Pasalnya, acara yang dibanjiri anggota Women International Club of Canberra (WIC) juga menyuguhkan workshop membatik.

Caecilia juga menceritakan pesona Jawa Tengah sebagai pusat dari kebudayaan Jawa. Disampaikan pula ragam budaya dan sejarah singkat Jateng.

“Pesona Jawa Tengah tentunya beragam dan tidak akan habis diceritakan. Setiap kota di Jateng memiliki cerita dan budayanya masing-masing yang selalu menarik untuk diceritakan” ujarnya, dikutip dari siaran pers, Minggu (23/6/2019).

Fatimah Marilyn, Sekretaris III KBRI Canberra, menyampaikan presentasi destinasi wisata menarik di Solo dan Semarang, mencakup sejarah, kebudayaan Jawa dan melting pot dipengaruhi budaya luar Jateng, sehingga melahirkan budaya baru yang khas.

Selain membatik, para tamu berkesempatan melihat langsung wayang kulit Jawa Tengah, serta berkelana ke berbagai destinasi pariwisata Jateng melalui video Wonderful Indonesia.

Tak kalah menariknya, antusiasme para peserta akan batik terobati dengan presentasi singkat oleh Penny D. Herasati, Wakil Ketua DWP KBRI Canberra, bersama Isti, seorang seniwati batik senior yang menetap di Canberra.

Sebagai seniwati, karya-karyanya seperti batik tradisional dan lukisan kerap ditampilkan di depan publik Australia dalam berbagai acara seni budaya.

Pada sesi berikutnya, hadirin mengikuti workshop batik dengan peralatan canting dan kain yang telah disediakan. Antusiasme peserta terlihat dari semangatnya untuk mencoba menggunakan canting berisi lilin panas ke permukaan kain batik.

Niken, seorang pembatik di Canberra, didaulat sebagai narasumber cara membatik dengan benar.

Suguhan khas Jawa Tengah yakni gudeg dan sambal krecek menutup kegiatan promosi batik.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, promosi mengangkat  potensi Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan.

Diharapkan melalui kegiatan promosi ini jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, khususnya Australia dapat terus meningkat dari 1,3 juta 2018 menjadi 1,5 juta pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik, australia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top