Sekjen PBB: Perang Dagang Perlu Dicegah, Didorong Menjadi 'Perang Dingin' Baru

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan pentingnya untuk mencegah Amerika Serikat dan China terlarut dalam perselisihan perdagangan dan menuju ke ‘perang dingin’ baru.
Oktaviano DB Hana | 07 Juni 2019 22:36 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan pentingnya untuk mencegah Amerika Serikat dan China terlarut dalam perselisihan perdagangan dan menuju ke ‘perang dingin’ baru.

Hal itu diungkapkan Guterres ketika berbicara di panel bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di forum ekonomi St Petersburg, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (7/6/2019). Dalam kesempatan yang sama, kedua pemimpin tersebut mengkritik perang dagang global.

Presiden Cina Xi Jinping menyerukan perlunya kekuatan dunia untuk melindungi sistem perdagangan multilateral global. Dia pun mengatakan pentingnya menemukan solusi bagi perselisihan perdagangan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Amerika Serikat bahwa egoisme ekonomi yang tak terkendali merupakan jalan kepada perang dagang, bahkan perang yang sesungguhnya.

Dia menyoroti apa yang disebutnya sebagai persaingan tidak adil dan proteksionisme dari barat, khususnya Washington.

Pemimpin Rusia itu terutama mengeluhkan upaya Amerika Serikat untuk menggagalkan proyek jalur pipa gas North Stream 2 Rusia ke Eropa. Selain itu, dia menyoroti kampanye untuk memaksa raksasa teknologi China, Huawei, keluar dari pasar global.

Menurutnya, dunia berisiko tergelincir ke era di mana aturan internasional umum akan ditukar dengan hukum administrasi dan mekanisme hukum oleh satu negara atau sekelompok negara yang berpengaruh.

“Yang sayangnya bagaimana Amerika Serikat berperilaku, menyebarkan yurisdiksinya ke seluruh dunia,” ujar Putin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sekjen pbb, perang dagang AS vs China

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top