Kala Tradisi Mudik Indonesia Menggema di Negeri Paman Kim

Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu memperkenalkan tradisi mudik kepada sejumlah duta besar dan perwakilan kedutaan besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Kala Tradisi Mudik Indonesia Menggema di Negeri Paman Kim Newswire | 06 Juni 2019 12:14 WIB
Kala Tradisi Mudik Indonesia Menggema di Negeri Paman Kim
Ilustrasi - Bendera Korea Utara - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu memperkenalkan tradisi mudik kepada sejumlah duta besar dan perwakilan kedutaan besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang hadir dalam gelar griya Idulfitri 1440 H di Wisma Duta RI di Pyongyang, Rabu (5/6/2019).

Kepada dubes Palestina, Suriah, Iran, dan perwakilan kedubes Nigeria, Dubes Berlian menjelaskan bahwa Idulfitri adalah Hari Raya terbesar di Indonesia dan menjadi kesempatan baik bagi kaum urban pulang ke kampung halaman menemui orang tua dan sanak saudara untuk berbagi berkat dan meminta restu dalam suatu ritual yang disebut mudik.

"Puluhan juta penduduk berbagai kota rela menghabiskan waktu berjam-jam bahkan puluhan jam untuk berlebaran di kampung halaman. Tetapi tahun ini waktu tempuhnya sudah jauh lebih singkat karena ada jalan tol baru sepanjang Pulau Jawa,” tutur Dubes Berlian dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/6/2019).

Gelar griya juga merupakan salah satu dari upaya untuk mempromosikan Indonesia di Pyongyang, mulai dari kuliner, batik, kebiasaan yang dilakukan saat berlebaran, hingga nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia.

"Kami mempunyai tradisi untuk saling menghargai agama dan budaya yang berbeda sejak dahulu. Pemerintah Indonesia mengakui secara resmi adanya enam agama di Indonesia. Hal itu merupakan cerminan dari motto bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana tertulis pada lambang Garuda Pancasila yang terpampang di ruangan pertemuan ini”, kata Dubes Berlian.

Dalam tanggapannya, Duta Besar Suriah untuk Korea Utara Tamman Sulaiman memuji Indonesia yang walaupun bukan negara Islam tetapi sangat berkomitmen dalam menjalankan ajaran Islam. Dia juga memuji Indonesia yang selalu mendukung perjuangan negara Islam, termasuk dalam masalah Palestina.

Demikian pula Duta Besar Iran untuk Korea Utara Seyed Mohsen Emadi, mengakui dan memuji peranan Indonesia di PBB khususnya dalam Komite Perlucutan Senjata. Perayaan Idulfitri di KBRI Pyongyang juga dilengkapi dengan sajian khas Nusantara seperti lontong sayur, opor ayam, bakso, dan rendang.

Penganan khas Indonesia lainnya yaitu siomai, rengginang, dan es buah juga sangat digemari oleh para tamu undangan, termasuk para dubes negara anggota OKI dan masyarakat Indonesia di Pyongyang.

”Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda pada tahun ini dengan menyajikan makanan Indonesia pada open house yang mengundang seluruh duta besar negara anggota OKI di Korea Utara,” ujar Dubes Berlian. 


Sementara itu, istri Duta Besar RI Elisabeth Napitupulu mengatakan bahwa menyajikan makanan untuk Idulfitri di Korea Utara bukanlah hal yang mudah karena ketersediaan bumbu-bumbu khas Indonesia yang sangat terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut, idulfitri

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top