Trump Janjikan Kesekatan Fenomenal Kepada Inggris Setelah Brexit

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji kepada Inggris akan memberikan kesepakatan fenomenal pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada kunjungannya ke Inggris.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  21:33 WIB
Trump Janjikan Kesekatan Fenomenal Kepada Inggris Setelah Brexit
Presiden AS Donald Trump dan Ratu Elizabeth dari Inggris bersulang dalam acara makan malam resmi di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin (3/6/2019). - Reuters/Dominic Lipinski

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji kepada Inggris akan memberikan kesepakatan fenomenal setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada kunjungannya ke Inggris.

Trump yang didampingi oleh Ratu Inggris Elizabeth pada hari pertama kunjungannya ke Inggris, sempat memuji hubungan AS dengan Inggris dan menyebut hubungan yang dimiliki kedua negara tersebut adalah spesial.

"Ini adalah aliansi terbesar di dunia yang pernah dikenal," ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (5/6/2019).

Selama kunjungannya ke Inggris, kejatuhan kepemimpinan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang gagal mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa terkait dengan Brexit meningkatkan kekhawatiran bahwa Trump akan mengolok-olok May di hadapan publik.

Pada kesempatan itu, dia sempat menyebut Boris Johnson yang mengatakan Inggris harus keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober, ada atau tidak ada kesepakatan yang dicapai.

"Saya kenal Boris. Saya suka dia cukup lama. Saya yakin dia akan melakukan pekerjaan dengan sempurna," katanya.

Menurutnya, Inggris adalah negara yang hebat dan menginginkan identitasnya. Inggris dinilainya memiliki batas-batasnya dan ingin menjalankan kepentingannya sendiri tanpa dicampuri pihak lain.

"Ketika Inggris sedang mempersiapkan untuk keluar dari Uni Eropa, AS berkomitmen untuk memberikan kesepakatan fenomenal antara Inggris dengan AS. Saya melihat ada kemungkinan perjanjian dagang yang luar viasa antara kedua negara. Kemungkinan dua atau tiga kali lebih besar dari yang kita miliki saat ini," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top