Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan berkat positifnya pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura itu.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  17:14 WIB
Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kepri
Nelayan tradisional melintasi kawasan Jembatan Barelang di kelurahan Tembesi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (28/4/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA—Perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan berkat positifnya pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura itu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan prospek perekonomian Kepri sebanding dengan positifnya kunjungan wisman.

“Berdasarkan laporan Bank Indonesia Kepri, pertumbuhan ekonomi Kepri pada kuartal II/2019 dilaporkan sangat positif,” ujar Rizki seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kemenpar, Selasa (4/6/2019).

Dia menyebutkan pertumbuhan sektor pariwisata Kepri pada kisaran 4,9% hingga 5,3% year on year (yoy). Sementara itu, pergerakan inflasi diperkirakan berada pada angka 3,5% sampai 1% (yoy). Stabilitas harga tersebut tetap berada pada koridor nasional.

Sepanjang Januari-Maret 2019, wisman yang berkunjung tercatat mengalami kenaikan hingga 12,57% atau mencapai 672.177 orang. Adapun, pada periode yang sama tahun sebelumnya, pergerakan wisman berkisar 597.107 orang.

“Pariwisata di Kepri terus berkembang. Ada banyak value yang didapatkan dari aktivitas ini, khususnya ekonomi. Industri pariwisata dan masyarakat luas mendapatkan akses bagus secara ekonomi di sana. Kami optimistis, pergerakannya secara keseluruhan akan makin membaik pada periode bulan berikutnya,” ungkapnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, optimalisasi pergerakan wisman terlihat dari 4 pintu masuk di Kepri.

Wisatawan yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54% atau sekitar 460.710 wisman, sedangkan yang masuk melalui Bintan mencapai 21,23% dengan pergerakan 142.671 wisman.

Wisman yang datang melalui Tanjungpinang sebesar 5,67% atau 38.104 wisman, dan 4,57% atau 30.692 wisman masuk dari Karimun.

“Pergerakan wisman memberikan dampak positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk kuliner, membeli beragam cinderamata, dan lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri,” ujarnya.

Melesatnya pergerakan wisman di Kepri didominasi wisatawan Singapura. Sepanjang kuartal I/2019, kunjungan wisatawan Singapura mencapai 310.367 orang.

Pada posisi kedua ditempati oleh wisatawan dari Malaysia dengan 69.852 orang dan Tiongkok dengan 68.446 orang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pergerakan wisman tetap positif di Kepri.

“Pergerakan dari wisatawan Singapura memang sangat bagus. Meski demikian, negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata. Kami yakin, pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal hingga akhir tahun,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, kepri

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top