China vs AS Makin Panas, Kapal Perang Amerika Melintas di Taiwan

Pihak militer Amerika Serikat (AS) menyatakan mengirim dua kapal Angkatan Laut melalui Selat Taiwan kemarin yang dinilai sebagai langkah provokasi yag membuat Beijing marah pada saat hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu memanas.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  10:54 WIB
China vs AS Makin Panas, Kapal Perang Amerika Melintas di Taiwan
Kapal Induk Amerika Serikat John C Stennis - public.navy.mail

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak militer Amerika Serikat (AS) menyatakan mengirim dua kapal Angkatan Laut melalui Selat Taiwan kemarin yang dinilai sebagai langkah provokasi yag membuat Beijing marah pada saat hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu memanas.

Taiwan adalah salah satu dari titik sensitif hubungan AS-China, termasuk dalam perang perdagangan yang menyakitkan. 

AS selalu berdalih tengah melakukan patroli kebebasan navigasi meski China mengklaim kedaulaan atas wilayah tersebut. AS juga sering memberikan bantuan militer kepada Taiwan yang mengancam kekuatan China di wlayah itu.

Sedangkan Taiwan menilai kunjungan kapal itu sebagai tanda dukungan dari pemerintahan Trump di tengah meningkatnya pertikaian antara Taipei dan Beijing.

Transit pelayaran itu dilakukan oleh kapal perusak Preble dan kapal tanker minyak Angkatan Laut Walter S. Diehl, ujar seorang juru bicara militer AS seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2019).

"Transit kapal-kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar komandan kapal, Clay Doss yang merupakan juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS.

Doss mengatakan semua interaksi di wilayah itu berjalan aman dan profesional. Namun tidak ada reaksi langsung dari Taiwan atau China.

Amerika Serikat tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan tetapi terikat oleh hukum untuk membantu menyediakan pulau dengan sarana untuk mempertahankan diri.

Pentagon mengatakan Washington telah menjual senjata ke Taipei senilai lebih dari US$15 miliar sejak 2010.

China telah meningkatkan tekanan untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau itu. Taiwan dianggap China sebagai sebagai bagian dari provinsi di China.

China telah berulang kali mengirim pesawat dan kapal militer untuk mengelilingi Taiwan melalui latihan dalam beberapa tahun terakhir. China juga berupaya mengisolasi pulau itu secara internasional dengan mengurangi pos diplomatik di sana.

"Dengan ketegangan antara kedua negara, tidak ada jaminan bahwa kehadiran kapal perang AS tidak akan memicu konfrontasi langsung antara kedua militer," menurut sebuah tajuk pada surat kabar resmi China.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat, taiwan, perang dagang AS vs China

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top