Perut Dipenuhi Sampah Plastik, Paus Sperma Tewas Terdampar

Para pegiat lingkungan kembali meningkatkan kampanye lingkungan setelah seekor paus sperma ditemukan tewas di pantai Italia dengan plastik di perutnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  15:40 WIB
Loading the player ...
Kondisi ikan paus diposting akun Youtube L'Obs

Bisnis.com, JAKARTA – Para pegiat lingkungan kembali meningkatkan kampanye lingkungan setelah seekor paus sperma ditemukan tewas di pantai Italia dengan plastik di perutnya.

Greenpeace Italia mengatakan bangkai binatang tersebut terdampar pada Jumat (17/5/2019) di pantai Cefalu, tujuan wisata populer di Sisilia.

Greenpeace memposting foto paus tersebut di halaman Facebook, yang menunjukkan paus itu berbaring di pantai, perutnya penuh dengan kantong plastik dan benda-benda plastik lainnya.

"Seperti yang dapat Anda lihat dari gambar yang kami bagikan, banyak plastik ditemukan di perutnya," kata Giorgia Monti dari Greenpeace Italia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN.

"Penyelidikan kematian paus sperma tersebut baru saja dimulai dan kita belum tahu apakah hewan itu mati karena ini, tetapi kita tentu tidak bisa berpura-pura bahwa tidak ada yang terjadi," lanjutnya.

Monti menambahkan, setidaknya lima paus sperma telah terdampar di pantai Italia dalam lima bulan terakhir.

Para ahli melakukan otopsi bangkai paus tersebut. Carmelo Isgro, yang bekerja di museum sejarah alam Universitas Messina dan terlibat dalam prosedur tersebut, membagikan video dan gambar grafik di akun Facebook miliknya.

Salah satu video menunjukkan para ilmuwan membuka perut paus dan menemukan banyak kantong plastik di dalamnya.

"Ini semua plastik," kata Isgro dalam video. Ia mengatakan kepada CNN ada beberapa kilogram plastik di dalam paus tersebut.

"Plastik itu mungkin menghambat jalan masuknya makanan. Itu sangat mungkin menjadi penyebab kematian. Kami belum menemukan tanda-tanda yang bisa menunjukkan kemungkinan alasan lain," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa paus itu masih berusia sangat muda, bahkan giginya pun beum keluar.

"Saya masih kaget karena perutnya benar-benar penuh dengan plastik. Paus sperma biasanya hidup selama 70-80 tahun." kata Isgro.

Pada bulan April, seekor paus sperma hamil ditemukan di Sardinia dengan plastik 22 kilogram di perutnya. Hewan dengan panjang 8 meter tersebut ditemukan terhanyut di pantai di kawasan wisata Porto Cervo.

"Laut membunyikan alarm untuk kita. Kita harus segera melakukan intervensi untuk menyelamatkan makhluk indah yang menghuninya." Kata Monti.

Akhir bulan ini, Greenpeace dan kelompok lain, Blue Dream Project, akan meluncurkan proyek untuk memantau tingkat polusi plastik di laut selama tiga pekan, dengan fokus khusus di Laut Tyrrhenian pusat, di lepas pantai barat Italia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lingkungan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top