Deman Berdarah Meningkat di Madiun, Pasien Dirawat di Lorong RSUD

Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kota Madiun pada saat Ramadan ini meningkat. Bahkan di RSUD Kota Madiun, sejumlah pasien demam berdarah terpaksa dirawat di lorong-lorong karena kamar perawatan penuh.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 18 Mei 2019  |  09:59 WIB
Deman Berdarah Meningkat di Madiun, Pasien Dirawat di Lorong RSUD
Pasien demam berdarah dirawat di lorong RSUD Kota Madiun, Jumat (17/5 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Bisnis.com, MADIUN  - Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kota Madiun pada saat Ramadan ini meningkat. Bahkan di RSUD Kota Madiun, sejumlah pasien demam berdarah terpaksa dirawat di lorong-lorong karena kamar perawatan penuh.

Pantauan Solopos.com di RSUD Kota Madiun, Jumat (17/5/2019), satu anak yang menderita demam berdarah terlihat tidur di tempat tidur di lorong bangsal Melati.

Anak tersebut bernama Anindita, warga Jl. Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Ibu Anindita, Diah Indri, mengatakan anaknya mengalami gejala panas. Kemudian anaknya dibawa ke RSUD Kota Madiun dan ternyata ruangannya penuh.

Hingga akhirnya terpaksa anaknya dirawat di lorong kamar Melati. "Ini belum dapat ruangan. Kalau sampai besok gak dapat ruangan nanti mau saya pindahkan," kata dia.

Data yang diterima, dalam lima bulan terakhir jumlah pasien DB anak yang dirawat di RSUD Kota Madiun ada sebanyak 416 orang. Pada bulan Januari jumlah penderita DB ada sebanyak 62 orang, Februari 81 orang, Maret 112 orang, April 122 orang, dan Mei ada sebanyak 39 orang.

Kalau dibandingkan data penderita DB tahun 2018, penderita tahun ini meningkat sangat tinggi. Pada bulan Januari ada 11 orang, Februari 5 orang, Maret 24 orang, April 13 orang, dan Mei 11 orang.

Direktur RSUD Kota Madiun, Resti Lestanti, mengakui penderita DB yang dirawat di RSUD Kota Madiun saat ini meningkat. Di bulan Mei saja jumlah penderita yang dirawat mencapai 39 anak.

"Memang mengalami peningkatan terutama itu untuk penderita anak," kata dia.

Resti mengakui ada pasien terpaksa dirawat di lorong kamar rumah sakit, karena seluruh kamar terisi dan tidak ada ruangan lain.

"Itu hanya sehari saja, nanti akan dipindah ke ruangan," jelas dia.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengaku prihatin atas banyaknya penderita DB yang saat ini masih menjalani perawatan. Ia meminta kepada rumah sakit untuk siaga 24 jam dan memberikan pelayanan maksimal kepada para pasien terutama pasien DB.

Maidi mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungannya dari jentik-hentik nyamuk. Pemerintah juga akan menggelar fogging untuk memberantas jentik nyamuk.

"Kalau ada air yang menggenang ya harus dialirkan. Jangan sampai kasus DB ini mengembang sehingga harus ditangani," jelasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demam berdarah, madiun

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top