Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iran Ancam Keluar dari Perjanjian Nuklir

Iran menyatakan kemungkinan menarik diri dari kesepakatan melawan penyebaran senjata nuklir setelah Amerika Serikat memperketat sanksi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 April 2019  |  22:50 WIB
Fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz - Reuters/Presidential Official Website/Handout
Fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz - Reuters/Presidential Official Website/Handout

Bisnis.com, JAKARTA—Iran menyatakan kemungkinan menarik diri dari kesepakatan melawan penyebaran senjata nuklir setelah Amerika Serikat memperketat sanksi.

Sementara itu seorang jenderal Iran mengatakan Angkatan Laut AS saling gertak seperti sebelumnya dengan unit Pasukan Khusus Garda Republik (IRGC) yang masuk daftar hitam oleh Washington.

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak pemerintahan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional 2015 dengan Iran dan mulai memperketat sanksi.

Awal bulan ini, Amerika Serikat memasukkan IRGC) ke dalam daftar hitam dan meminta senaga-negara pengimpor minyak Iran untuk menghentikan impor mereka hingga batas waktu Mei kalau tidak ingin diberi sanksi.

"Pilihan Republik Islam sangat banyak, dan otoritas negara sedang mempertimbangkan mereka ... dan meninggalkan NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir) adalah salah satunya," kata situs web penyiaran IRIB seperti mengutip Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Iran pernah mengancam untuk meninggalkan NPT, ketika Presiden AS Donald Trump berubah pikiran untuk membatalkan perjanjian 2015 dengan kekuatan negara industri maju seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Jerman, Inggris, dan Prancis.

Secara terpisah, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa IRGC, satuan yang menjamin keamanan di perairan Teluk dan Selat Hormuz untuk Iran, melihat belum ada perubahan dalam perilaku militer AS terhadap pasukan elit setelah memberi label daftar hitam.

"Kapal perang AS berkewajiban untuk menanggapi IRGC pada perjalanan Selat Hormuz ... dan sampai kemarin mereka telah menjawab pertanyaan-pertanyaan IRGC, dan kami belum melihat perubahan dalam prosedur mereka, "kata Mayor Jenderal Mohammad Baqeri seperti dikutip Reuters, Minggu (28/4/2019).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran nuklir nuklir iran
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top