Usai Pelantikan, Gubernur Maluku Murad Ismail Ingin Wujudkan Dermaga di Tiap Kabupaten dan Kota

Murad adalah mantan Komandan Korps Brigade Mobil Brimob Polri yang lahir di Ambon, Maluku, 11 September 1961.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 April 2019  |  16:33 WIB
Usai Pelantikan, Gubernur Maluku Murad Ismail Ingin Wujudkan Dermaga di Tiap Kabupaten dan Kota
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Maluku Murad Ismail (kiri) seusai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo melantik Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku periode 2019—2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Murad adalah mantan Komandan Korps Brigade Mobil Brimob Polri yang lahir di Ambon, Maluku, 11 September 1961.

Dalam Pemilihan Gubernur Maluku 2018, Murad berpasangan dengan Barnabas Orno yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Maluku Barat Daya.

Diwawancara setelah dilantik di Istana Negara, Murad menyatakan Maluku adalah provinsi kepulauan yang memiliki 1.340 pulau.

Dengan demikian, provinsi itu membutuhkan dermaga-dermaga sebagai tol laut supaya harga-harga barang bisa kompetitif.

Murad mengatakan 11 kabupaten dan kota itu seharusnya memiliki dermaga besar supaya harga-harga barang bisa kompetitif.

Harga barang di Ambon (ibukota Maluku) seharusnya tidak berbeda jauh dari daerah-daerah sekitarnya karena adanya tol laut.

"Tol laut itu dengan (cara) membuat semua dermaga-dermaga besar di kabupaten-kabupaten kota. Itu tujuan kita untuk Maluku bisa sejajar dengan provinsi lain," kata Murad.

Murad membandingkan antara Maluku dan Papua. Murad mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa harga minyak di Jakarta dan Papua telah sama. Murad menduga harga minyak di Maluku lebih mahal daripada Papua.

"Orang tidak pernah tahu Maluku punya pulau 1.340 pulau. Ini yang minyaknya di sana mungkin lebih mahal dari Papua. Ini orang belum tahu. Nanti kita bongkar pelan-pelan, kita angkat pelan-pelan, supaya kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Jakarta, apa yang dirasakan oleh orang Papua, kita orang Maluku bisa rasakan," katanya.

Seperti diketahui, pasangan Murad-Barnabas diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dan Perindo.

Dalam Pilgub Maluku 2018, pasangan Murad dan Barnabas mengalahkan kandidat lain yaitu pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun dan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath. Said merupakan Gubernur Maluku 2014-2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, maluku

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top