Diserang Hoaks, Burhanuddin Polisikan Pemilik Akun Facebook

Pemilik akun media sosial Facebook Al Rumy itu memposting video Burhanuddin Muhtadi di sebuah acara diskusi publik, ditambah dua gambar lainnya dengan tambahan narasi
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 April 2019  |  15:02 WIB
Diserang Hoaks, Burhanuddin Polisikan Pemilik Akun Facebook
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Burhanuddin Muhtadi melaporkan pemilik akun media sosial Facebook dengan nama akun Al Rumy yang diduga telah menyebarkan informasi hoaks mengenai dirinya. Namun, setelah berdiskusi dengan Dit Tipidsiber, Burhanuddin akhirnya melaporkan empat akun, dan menggugurkan akun Al Rumy. 

Pada mulanya, Burhanuddin menemukan akun media sosial Facebook Al Rumy memposting video Burhanuddin Muhtadi di sebuah acara diskusi publik, ditambah dua gambar lainnya dengan tambahan narasi postingan yang menuding Burhanuddin Muhtadi sebagai timses paslon nomor urut 01 dan mengajarkan kebohongan quick count.

Menurut Burhanuddin, dirinya akan melaporkan hal tersebut ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri, karena informasi yang disebarkan pemilik akun itu tidak benar atau hoaks.

“Ada postingan di media sosial Facebook yang itu menuduh saya berbuat yang tidak-tidak hingga mengajarkan kebohongan quick count. Jelas-jelas itu hoaks,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (22/4/2019).

Dia berharap Dit. Tipidsiber bisa segera memproses laporannya dan menangkap pelaku penyebar hoaks tersebut agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Burhan menjamin dirinya netral dan tidak memihak kepada salah satu kandidat pada Pilpres 2019.

“Semoga laporan saya ini bisa segera diproses.”

Setelah diskusi dengan polisi, Burhanuddin akhirnya melaporkan akun Facebook Adiba Gus MJ dengan tuduhan dalang pembuat hitung cepat palsu. 

Kemudian, akun Twitter Silvy_Riau @andi_riau  dengan hoaks  dibayar Rp450 miliar untuk operasi quick count palsu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
quick count, Pilpres 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup