Terancam Punah, Owa Jawa Direkomendasikan Untuk Dipindahkan ke Konservasi Papandayan

Jumlah Owa Jawa yang ditemukan di kawasan itu, yakni terdiri dari tiga keluarga yang masing-masing beranggotakan tiga hingga empat ekor. Owa Jawa tersebut hidup pada habitat dengan ketinggian sekitar 1.700 – 2.000 mdpl
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 April 2019  |  14:03 WIB
Terancam Punah, Owa Jawa Direkomendasikan Untuk Dipindahkan ke Konservasi Papandayan
Owa jawa (Hylobates moloch) terancam punah. - mongabay.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Conservation International Indonesia merekomendasikan untuk melakukan pemindahan Owa Jawa ke kawasan kesatuan pengelolaan hutan konservasi (KPHK) Guntur Papandayan lantaran terancam punah oleh aktivitas manusia.

Senior Manager Terrestrial Program Conservation International (CI) Indonesia Anton Rio mengatakan selama periode penelitian di KPHK Guntur Papandayan, keberadaan Owa Jawa diketahui tidak berada dalam kawasan konservasi. Namun, berada di area bagian selatan Gunung Papandayan, tepatnya di kawasan Hutan Lindung perhutani.

Jumlah Owa Jawa yang ditemukan di kawasan itu, yakni terdiri dari tiga keluarga yang masing-masing beranggotakan tiga hingga empat ekor. Owa Jawa tersebut hidup pada habitat dengan ketinggian sekitar 1.700 – 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurutnya, jika Owa Jawa tersebut tetap berada di luar kawasan konservasi, hidupnya dapat terancam oleh aktivitas manusia. Pemindahan ke kawasan konservasi dinilai menjadi cara tepat untuk melindungi hewan ini dari kepunahan.

Owa Jawa dinilai sebagai hewan yang cukup unik karena hanya bisa hidup dihabitat tertentu danb mudah mengalami stress. Owa Jawa hidup berkelompok dengan keluarganya pada satu wilayah hutan dan tidak mengganggu kehidupan keluarga Owa Jawa lainnya.

“Saya rekomendasikan untuk pemindahan untuk dicari habitat yang cocok,” katanya, Minggu (21/4/2019) malam.

Selain Owa Jawa, selama periode penelitian 2016-2018, CI juga mengindetifikasi adanya 10 ekor macan tutul jawa dengan rincian 3 jantan dewasa dan 7 betina dewasa. Macan Tutul Jawa terdeteksi aktif seoanjang hari, yakni pagi hingga malam hari.

Menurutnya, Gunung Guntur dan Papandayan adalah bagian dari satu lanskap penting bagi kawasan prioritas konservasi di Jawa Barat. Lanskap ini berisni keanekaragaman flora dan rumah bagi beberapa spesies yang terancam punah seperti Owa Jawa dan Macan Tutul Jawa.

“Kehadiran spesies kunci merupakan indicator penting dari kualitas dan pentingnya daerah untuk menjaga fungsi ekosistem dalam lanskap yang lebih besar,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papandayan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup