Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ma'ruf Amin : Dulu, Ulama Cuma Bumbu Dapur

Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin memberikan gambaran bedanya peran ulama di ranah politik praktis, dahulu dan sekarang.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 April 2019  |  20:45 WIB
Ma'ruf Amin melakukan simulasi pencoblosan surat suara dalam acara Majelis Taklim Bershalawat, Istora Senayan, Senin (8/4/2019) - Bisnis/Aziz R
Ma'ruf Amin melakukan simulasi pencoblosan surat suara dalam acara Majelis Taklim Bershalawat, Istora Senayan, Senin (8/4/2019) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin memberikan gambaran bedanya peran ulama di ranah politik praktis, dahulu dan sekarang.

Hal ini diungkapnya di depan ibu-ibu perkumpulan majelis taklim se-Jabodetabek ketika menghadiri acara bertajuk Majelis Taklim Bersalawat di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2019).

"Dulu ulama itu memang cuma tukang dukung. Kalau ada calon presiden, wakil presiden, yang dicari ulama. Gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, kalau mau dipilih yang dicari untuk mendukung, para ulama. Tapi kalau sudah jadi, wabillahi taufiq wal hidayah [ucapan khas pertanda akhir pidato yang populer digunakan]," ungkap Ma'ruf disambut tawa hadirin.

Sebab itulah, mantan Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU ini kerap menyebut bahwa dalam politik, ulama dahulu ibarat 'daun salam', bumbu dapur penyedap aroma masakan.

"Tahu Bu, daun salam? Kalau ibu-ibu masak yang dicari pasti daun salam. Kenapa? Bumbu, penyedap, wangi. Tapi, kalau masakannya sudah mateng, yang pertama kali dibuang apa? Ya daun salam. Wabillahi taufiq wal hidayah," tambahnya, sehingga membuat emak-emak di hadapannya kembali terkekeh.

Ma'ruf berharap para ustaz majelis taklim seperti dirinya yang dulu kerap mengisi pengajian para ibu, mempersiapkan diri dengan terus belajar. Sebab, pengalaman dirinya lebih aktif di dunia politik mendampingi capres petahana Joko Widodo, merupakan permintaan dari para ulama sepuh  dan untuk membangun Indonesia lebih sejahtera.

Karenanya, dirinya berharap para ustaz tersebut siap, agar kelak bukan hanya sanggup menjadi calon wakil presiden saja, tetapi juga calon presiden di masa mendatang.

"Saya ini dulu guru majelis taklim yang mengajar dari majelis ke majelis. Jadi kalau saya sekarang menjadi cawapres, berarti yang menjadi cawapres sekarang adalah ustaznya majelis taklim-majelis taklim," ungkap Ma'ruf.

"Mudah-mudahan besok ada lagi dari majelis taklim yang bukan hanya cawapres, tapi menjadi presiden," tambah kiai sepuh yang telah menginjak usia 76 tahun ini.

Dalam acara tersebut, Ma'ruf didampingi para ulama dan tokoh yang di antaranya, Rais Syuriah PBNU KH Manarul Hidayat dan Mantan Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, serta Haddad Alwi.



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pilpres 2019 Ma'ruf Amin
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top