Trump Rekomendasikan Mantan Bos Burger dan Pizza Masuk Dewan The Fed

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengupayakan pengaruhnya di bank sentral dengan mencalonkan beberapa loyalis  untuk bergabung di dalam dewan The Fed.
Trump Rekomendasikan Mantan Bos Burger dan Pizza Masuk Dewan The Fed
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 April 2019  |  16:15 WIB
Trump Rekomendasikan Mantan Bos Burger dan Pizza Masuk Dewan The Fed
Herman Cain, mantan bos Burger King dan Godfather's Pizza - Reuters TV

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengupayakan pengaruhnya di bank sentral dengan mencalonkan beberapa loyalis  untuk bergabung di dalam dewan The Fed.

Trump berencana untuk mencalonkan mantan bos waralaba makanan cepat saji, Herman Cain, yang juga merupakan kandidat presiden dari Partai Republik pada pemilu 2012, untuk mengisi kursi di Dewan The Fed dan membantu menetapkan kebijakan suku bunga.

"Saya sangat merekomendasikan dia. Sudah sampaikan ke rekan-rekan saya bahwa dia [Cain] adalah orang yang tepat," ujar Trump dalam konferensi pers seperti dikutip melalui Reuters, Jumat (5/4/2019).

Trump kerap menjadi kritikus vokal terhadap kebijakan kenaikan suku bunga The Fed di bawah kepemimpinan Gubernur Jerome Powell, orang yang Trump tunjuk dua tahun lalu untuk mengelola bank sentral AS.

Loyalis Trump yang ditunjuk untuk menjabat di The Fed lainnya juga mendukung kenaikan suku bunga Powell, yang menurut presiden telah merugikan perekonomian.

Tahun in The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga bersamaan dengan pelemahan ekonomi dan peningkatan risiko dari luar negeri.

Trump, meski demikian, terus mencerca bank sentral, bahkan ketika dia sebelumnya menyampaikan akan mencalonkan Stephen Moore, loyalis Trump lainnya yang kemungkinan akan mengisi bangku kosong di dewan The Fed.

Anggota dewan bank sentral memiliki kewenangan untuk memberikan suara terkait penyesuaian suku bunga setiap kali pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) diadakan, menjadikan mereka pejabat paling kuat di Amerika untuk kebijakan ekonomi.

Di dalam dewan tersebut terdapat 19 pembuat kebijakan The Fed, termasuk 12 kepala bank sentral regional.

Pada Februari, Cain mengatakan dalam wawancara dengan Fox Business Network bahwa dia percaya saat ini deflasi merupakan kekhawatiran AS yang paling besar. Pandangan ini mengindikasikan bahwa dia tidak mendukung kenaikan suku bunga guna menjaga inflasi tetap terkendali.

Meski demikian, Cain juga sempat menyampaikan pandangan yang berkontradiksi dengan indikasi menolak kenaikan suku bunga acuan. 

Pada bulan yang sama Cain mengatakan bahwa dia akan menggunakan upah sebagai faktor penentu kebijakan moneter, dengan konteks bahwa kenaikan upah baru-baru ini dapat menggambarkan bahwa Cain mendukung kenaikan suku bunga.

Cain, 73 tahun, mantan bos besar waralaba makanan cepat saji seperti Burger King dan Godfather's Pizza, memiliki sedikit pengalaman dengan kebijakan moneter.

Namun dari catatan kerjanya, Cain menunjukkan kecenderungan mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat, bukan lebih longgar.

Pada 1990-an dia menjabat sebagai kepala The Fed di Kansas City Fed, salah satu dari 12 bank sentral cabang regional yang membantu memproses pembayaran dalam sistem perbankan AS dan secara bergiliran menentukan kebijakan suku bunga.

Cain menjabat dari 1995 hingga 1996, saat itu Gubernur The Fed yang menjabat adalah Thomas Hoenig yang terkenal dengan pandangan hawkish.

Notulen rapat selama periode itu, yang diperoleh Reuters dari The Fed, menunjukkan sepak terjang Cain. Disebutkan bahwa Cain cukup gencar mengajukan kenaikan suku bunga Dewan Gubernur yang berbasis di Washingto, sementara sebagian besar kepala bank-bank Fed lainnya menentang kenaikan itu. 

Kekhawatirannya, menurut risalah, adalah bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat menghasilkan tekanan harga yang perlu dibatasi oleh kebijakan yang lebih ketat.

Kebijakan The Fed

Setelah berbulan-bulan digertak Trump akibat empat kenaikan suku bunga pada 2018, pejabat Fed menahan kenaikan suku bunga awal tahun ini untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan global dan meredam inflasi.

Beberapa pejabat telah mengisyaratkan optimisme bahwa ekonomi mungkin masih pantas mendapat kenaikan suku bunga akhir tahun ini jika risiko dari China, Eropa, dan perdagangan tidak menghambat ekspansi.

Kepala Fed Boston Eric Rosengren bependapat langkah suku bunga berikutnya dari bank sentral lebih cenderung menjadi kenaikan daripada pemotongan, katanya kepada Bloomberg News dalam wawancara akhir Maret.

Pejabat lainnya, termasuk Gubernur Jerome Powell, terdengar tidak begitu optimistis, Mereka menunjukkan penurunan suku bunga mungkin akan terjadi pada frekuensi yang sama dengan kenaikan suku bunga.

"Kebijakan moneter ada di tempat yang tepat," kata Ketua The Fed New York John Williams, seperti dikutip melalui Bloomberg.

“Prospeknya positif. Pertumbuhan PDB berada di jalurnya, pengangguran tetap rendah, dan tidak ada tanda-tanda tekanan inflasi meningkat," tambahnya.

Presiden Trump tidak senang bahwa The Fed telah menaikkan suku bunga acuan. 

Jika disetujui oleh Senat, penunjukan Cain dan Moore akan memberinya dua loyalis politik di dalam dewan bank sentral yang seharusnya untuk mandiri secara politik dan berjalan dengan konsensus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
federal reserve, Donald Trump

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top