Alasan 10.000 Pengusaha Deklarasi Mendukung Jokowi-Ma'ruf

Sebanyak 10.000 pengusaha Indonesia dari berbagai lapisan, sektor, dan latar belakang yang tergabung dalam Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  18:38 WIB
Alasan 10.000 Pengusaha Deklarasi Mendukung Jokowi-Ma'ruf
Perwakilan Pengusaha dan Pekerja Pro Jokowi (KerJo) dari kanan Karaniya Dharmasaputra, Rosan Poeslani, Sofjan Wanandi, Haryadi Sukamdani, dan Shinta Kamdani - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 10.000 pengusaha Indonesia dari berbagai lapisan, sektor, dan latar belakang yang tergabung dalam Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Acara deklarasi ini akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019) pukul 19.00 WIB dan akan dihadiri oleh Joko Widodo sebagai calon presiden.

Koordinator KerJo, Hariyadi Sukamdani, menjelaskan beberapa alasan para pengusaha berani mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi. Salah satunya pentingnya menjaga kestabilan yang menjamin keberlangsungan ekonomi Indonesia 5 tahun ke depan.

"Karena kita melihat baik secara pencapaian kinerja, dari segi komitmen dan dukungan pada dunia usaha agar lebih baik, serta yang tidak kalah penting, sebenarnya adalah integritas beliau," jelas Hariyadi.

"Beliau ini betul-betul memisahkan antara kepentingan dia pribadi dan negara. Kalau pak JK bilang, anaknya saja cuma jual martabak sama pisang," tambahnya.

Hariyadi pun menyebut, nantinya akan ada 5 pesan deklarasi yang akan dibacakan oleh para peserta, yaitu:

1. Kepemimpinan Presiden Jokowi dinilai penting untuk dilanjutkan untuk menjaga stabilitas politik dan kesinambungan kebijakan ekonomi-politik Indonesia lima tahun ke depan.

2. Presiden Jokowi diyakini telah memperlihatkan sikapnya sebagai pemimpin yang demokratis, tidak otoriter, dan bersedia mendengarkan aspirasi dunia usaha.

3. Presiden Jokowi beserta keluarga telah memberikan suri tauladan tidak terlibat praktik KKN, sehingga dapat diandalkan untuk mengembangkan iklim usaha yang kompetitif, tidak monopolistik serta tidak nepotis.

4. Presiden Jokowi selama ini terbukti teguh menjaga ideologi Pancasila dari semakin menyebarnya ancaman ideologi ekstrem yang anti keberagaman.

5. Presiden Jokowi telah menunjukkan ketegasan dan keberaniannya dalam mengambil berbagai kebijakan yang tidak populer tapi strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Menambahkan pendapat Hariyadi, Penasehat KerJo dan tokoh pengusaha nasional Sofjan Wanandi menjelaskan latar belakang dukungannya untuk Jokowi yaitu rekam jejaknya yang jelas.

“Dengan segala kelebihan dan kekurangan Beliau selama ini sebagai presiden, kami pengusaha melihat Jokowi merupakan figur terbaik untuk memimpin Republik ke depan," ujar Sofjan.

"Pengusaha ingin kesinambungan dan kepastian arah politik dan ekonomi kita ke depan. Kami ingin yang pasti-pasti saja. Kalau Pak Jokowi kami sudah tahu track record Beliau,” tambahnya.

Alasan berupa rekam jejak tersebut, dijelaskan secara spesifik oleh Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.

Rosan memaparkan 5 capaian penting pemerintahan Jokowi di sektor ekonomi dengan membandingkan berbagai parameter pada Maret 2015 dengan Maret 2018,

Pertama, pemerintahan Jokowi telah membukukan capaian pertumbuhan ekonomi yang membaik, dari 4,88% menjadi 5,17% yang sekaligus tertinggi sejak 2014.

Kedua, angka kemiskinan turun menembus satu digit, dari semula 11,2% (28,6 juta jiwa) menjadi 9,8% saja (25,9 juta). Ketiga, pengangguran pun berhasil dipangkas secara signifikan, dari semula 6,18% (7,5 juta orang) menjadi 5,1% (6,8 juta orang).

Keempat, Ekonomi berangsur semakin adil dengan tingkat ketimpangan (Rasio Gini) mencapai titik terendah dalam tujuh tahun terakhir, yaitu menyentuh 0,384 per September 2018.

Kelima, menurut pemeringkatan Business Insider, di tahun 2018 Indonesia menempati peringkat ke-2 negara terbaik untuk investasi, mengalahkan Singapura, Belanda, Inggris, dan Perancis.

“Yang juga penting kita catat, keberanian Beliau menetapkan kebijakan yang tidak populer tapi penting untuk kesehatan anggaran kita, yakni memangkas subsidi BBM," jelas Rosan.

“Hasilnya terbukti positif. Anggaran belanja ekonomi naik dua kali lipat, anggaran perlindungan sosial meningkat 10 kali lipat.” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pengusaha, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup