FOKUS GLOBAL : Agenda Rapat Dewan Bank Sentral hingga Kecaman Netizen terhadap Facebook

Sejumlah agenda global hari ini cukup menarik perhatian pasar, di antaranya Deutsche Bank yang dilanda masalah memilih untuk meninggalkan upaya penyehatan keuangan perusahaan dan setuju untuk mengeksplorasi pembicaraan merger dengan Commerzbank.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  13:19 WIB
FOKUS GLOBAL : Agenda Rapat Dewan Bank Sentral hingga Kecaman Netizen terhadap Facebook
Aparat keamanan berjaga di Masjid Al Noor, TKP serangan terorisme di Christchurch, Selandia Baru. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah agenda global hari ini cukup menarik perhatian pasar, di antaranya Deutsche Bank yang dilanda masalah memilih untuk meninggalkan upaya penyehatan keuangan perusahaan dan setuju untuk mengeksplorasi pembicaraan merger dengan Commerzbank.

Sementara itu pekan ini sejumlah bank sentral di Asia akan mengadakan pertemuan pekan ini, termasuk The Fed dan Bank Sentral Eropa, dengan ekspektasi tingkat suku bunga tidak akan mengalami perubahan.

Di sisi lain, dukungan masif datang dari warga dunia kepada para korban pembantaian di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Facebook tuai kritik dari netizen akibat tayangan langsung yang disiarkan pelaku melalui akun pribadinya.

1. Perbincangan antara Deutsche Bank dan Commerzbank dimulai

Deutsche Bank AG menyerah pada upaya mereka yang gagal dalam penyelamatan perusahaan selama bertahun-tahun dan setuju untuk memulai pembicaraan merger, yang didukung pemerintah, dengan Commerzbank AG.

Kedua perusahaan telah bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan pendapatan setelah mengalami kerugian yang cukup dalam pada unit bisnis perbankan investasi.

Perlambatan ekonomi yang telah memicu ekspektasi peningkatan suku bunga turut menambah urgensi situasi antar kedua bank. Namun prosesnya tidak akan mudah..

Dengan tunduk pada keinginan para pejabat untuk menggabungkan dua bank ini menjadi pemberi pinjaman terbesar Jerman yang memiliki jangkauan global, ada sejumlah risiko yang dihadapi oleh Deutsche Bank bahkan sebelum merger disahkan.

Pemutusan hubungan kerja besar-besaran, gejolak politik, pelemahan ekonomi Eropa, penyelidikan oleh The Fed terkait kasus Danske Bank, hingga klien dan investor yang memiliki pandangan skeptis terhadap Deutsche Bank.

2. Pasar Asia

Ekuitas berjangka Asia semuanya merangkak lebih tinggi setelah saham global menunjukkan kinerja terbaik dalam hampir empat bulan hingga pekan lalu dengan MSCI World Index naik 2,8%.

Hampir semua mata uang G-10 menguat terhadap dolar pada Jumat (15/3), dipimpin oleh krona Swedia. Berdasarkan data ekonomi kualitatif, imbal hasil tresuri tenor sepuluh tahun turun empat basis poin.

Minyak ditutup sedikit turun setelah reli selama empat hari sementara emas mencatatkan kenaikan.

Pekan ini, sejumlah bank sentral Asia akan mengadakan pertemuan. Para pembuat kebijakan di Filipina, Indonesia, Thailland dan Taiwan semuanya diproyeksikan akan menahan tingkat suku bunga.

Pejabat The Fed dan Bank Sentral Inggris juga akan memutuskan kebijakan suku bunga pekan ini, diperkirakan tidak ada perubahan biaya pinjaman.

Data tenaga kerja Australia yang akan dirilis pada Kamis (21/3), akan menjadi titik fokus pergerakan ekonomi tahun ini.

3. Kesamaan Black Box Boeing 737 Max

Menteri Transportasi Ethiopia mengatakan kecelakaan Ethiopia Air Boeing 737 Max memiliki kemiripan dengan pesawat Lion Air yang jatuh di lepas pantai Indonesia sekitar lima bulan lalu.

Pesawat Ethiopian Airlines jatuh 10 menit setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia, menewaskan semua 157 orang di dalamnya.

Kecelakaan itu mendorong sebagian besar otoritas dunia untuk melarang penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 Boeing Co. karena masalah keamanan.

Sebagian besar perhatian difokuskan pada sistem kontrol penerbangan khusus yang dikenal sebagai MCAS, yang mungkin telah menggagalkan upaya pilot untuk mempertahankan pesawat agar tidak terjun bebas dari udara.

4. Pembantaian Selandia Baru

Rekaman penembakan masjid di Selandia Baru yang telah ditarik oleh Facebook, Youtube dan platform media sosial lainnya muncul kembali sebagai alat peraga kampanye di Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan memutar montase potongan-potongan rekaman video dari serangan terhadap rumah-rumah ibadah Muslim dalam upaya nyata untuk menggembleng basis pendukungnya yang konservatif menjelang pemilihan lokal 31 Maret mendatang.

Sementara itu, Facebook menghadapi serangan kritik atas penayangan video tersebut.

Chief Executive Officer AirAsia Group Bhd Tony Fernandes menutup akun Facebook-nya, dengan alasan tayangan langsung penembakan massal di Selandia Baru pada platform itu terlalu berat baginya.

5. Kembali Surplus

Menurut Deloitte Access Economics, anggaran Australia akan melonjak kembali ke surplus pada tahun fiskal 2020 karena pendorong pendapatan utama berhasil menghindari perlambatan ekonomi, namun keperluan belanja sebelum pemilihan umum mendatang akan menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

"Anggaran 2 April akan menunjukkan surplus kas sebesar 9,8 miliar dolar Australia atau sekitar US$7 miliar dalam 12 bulan hingga Juni 2020 dari defisit sebesar 2,1 miliar dolar Australia pada tahun fiskal ini," kata Chris Richardson, mitra Deloitte dan mantan pejabat Departemen Keuangan, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (18/3).

Surplus diperkirakan tetap tercapai meskipun ada perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi karena jatuhnya harga properti menekan konsumsi dan konstruksi.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison tertinggal dalam jajak pendapat sebelum pemilihan Mei dan diperkirakan akan menggunakan data realisasi peningkatan fiskal untuk mencoba mendorong jalannya kembali ke dalam kontes politik Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi global, kabar global

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top