BOJ Dinilai Perlu Tingkatkan Stimulus Moneter

Jepang masih enggan mengambil langkah serupa dengan China terkait pemberian kebijakan stimulus moneter.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  16:12 WIB
BOJ Dinilai Perlu Tingkatkan Stimulus Moneter
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA -- Jepang masih enggan mengambil langkah serupa dengan China terkait pemberian kebijakan stimulus moneter.

Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda menilai kebijakan stimulus moneter yang dilakukan oleh pemerintah Beijing bisa membuat pertumbuhan ekonomi China menguat pada semester dua tahun ini.

Pada pertemuan di parlemen Jepang, Kuroda mengatakan bahwa ekonomi China melambat secara signifikan pada semester dua tahun lalu akibat ketegangan dagang dengan Amerika Serikat yang memberikan dampak pada kegiatan produksi di dalam negeri serta stimulus fiskal dan moneter yang tinggi.

Namun demikian Jepang masih enggan untuk mengambil langkah serupa guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka. Hingga saat ini negara sakura tersebut masih bertahan dengan kebijakan moneter mereka yang cukup ketat.

Sementara itu, anggota dewan Bank Sentral Jepang Goushi Kataoka bahkan mengatakan bahwa jika stimulus moneter tidak ditingkatkan maka tujuan untuk mencapai target inflasi akan menjadi sulit.

Menurut Kataoka, mempertahankan pengaturan kebijakan terlalu lama dapat menyebabkan perubahan pada ekonomi yang dapat berdampak negatif.

Kataoka yang vokal terhadap pelonggaran kebijakan bank sentral juga mengatakan bahwa BOJ dan pemerintah perlu meningkatkan kerjasama untuk membangun ekspektasi inflasi dan memastikan deflasi segera berakhir.

"Jika pelonggaran moneter terus ditunda, itu berarti periode di mana ekonomi Jepang menghadapi berbagai ketidakpastian akan lebih lama," kata Kataoka dalam pidato kepada para pemimpin bisnis di Takamatsu, Jepang, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (27/2).

Pernyataan Kataoka berlawanan dengan pendapat Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, yang mengatakan mempertahankan stimulus saat ini adalah cara terbaik untuk memenuhi target harga tanpa mengganggu stabilitas ekonomi.

Berbicara di Tokyo pada hari Rabu, Kuroda mengatakan inflasi tidak mungkin mencapai target 2% di tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang, bank of japan

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top