Putri Rima, Wanita Pertama Arab Saudi Jadi Dubes di AS

Arab Saudi menunjuk putri kerajaan, Rima bin Bandar sebagai duta besar untuk Amerika Serikat (AS) sekaligus sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  15:56 WIB
Putri Rima, Wanita Pertama Arab Saudi Jadi Dubes di AS
Rima Bin Bandar al-Saud. - Reuters/Faisal Al Nasser

Bisnis.com, JAKARTA — Arab Saudi menunjuk putri kerajaan, Rima bin Bandar sebagai duta besar untuk Amerika Serikat (AS) sekaligus sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan itu.

Keputusan itu datang setelah Arab Saudi berusaha meredam protes internasional atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober lalu di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Kejadian itu sempat bikin tegang hubungan Arab Saudi dan AS.

Rima menggantikan adiknya, pangeran Khalid bin Salman, yang diangkat menjadi wakil menteri pertahanan. Khalid merupakan adik putera mahkota Mohammed bin Salman yang berperan sebagai menteri pertahanan.

Arab Saudi awalnya menyangkal mengetahui tentang raibnya Khashoggi, namun akhirnya kerajaan mengakui agen mereka yang membunuhnya di dalam konsulat. Meski begitu, pembunuhan itu dikatakan sebagai operasi jahat.

Pembunuhan penulis di Washington Post itu disebut-sebut melibatkan Mohammed bin Salman. Sementara AS terus menekan Arab Saudi dan mengancam bakal melakukan respons lebih kuat.

Putri Rima, merupakan pendukung utama pemberdayaan perempuan di Arab Saudi yang belakangan dikritik karena perkara pemenjaraan aktivis perempuan. Sebelumnya Rima bekerja di General Sports Authority sebagai pemimpin kampanye buat meningkatkan partisipasi wanita pada olahraga.

"Putri Rima menjadi duta besar wanita pertama di sejarah Saudi dan wanita pertama dengan ranking menteri. Ini merupakan sinyal kuat kian kuatnya peran wanita di pemerintahan dan ketenagakerjaan," kata Ali Shihabi, pendiri kelompok pemikir Arabia Foundation sebagaimana dikutip CNN.com, Minggu (24/2/2019).

Pangeran Khalid yang menjabat duta besar AS sejak 2017 sudah diperkirakan bakal meninggalkan jabatannya sejak kasus Khasoggi. Penunjukkannya sebagai wakil menteri pertahanan terjadi saat koalisi militer Arab Saudi masih belum dapat bergerak setelah empat tahun konflik dengan negara tetangga Yaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup