BPN Yakin Jokowi Serang Pribadi Prabowo Karena Hafal Datanya

Tim sukses Prabowo-Sandi menuding Calon Presiden Joko Widodo menyiapkan data kepemilika tanah lawannya untuk menyerang pada debat capres putaran kedua.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  21:34 WIB
BPN Yakin Jokowi Serang Pribadi Prabowo Karena Hafal Datanya
Ahmad Riza Patria - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur tetap berkeyakinan Calon Presiden Petahana Joko Widodo berniat menyerang pribadi lawannya Prabowo Subianto dengan mengungkit lahan miliknya. Data yang lengkap menjadi alasannya.
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa siapapun bisa mengetahui apabila melihat cara dan gaya Jokowi menyerang.
“Dan disiapkan datanya sampai hafal. Saya saja tidak hafal itu di Kalimantan di kabupaten mana, di Aceh di kabupaten mana. Saya tidak hapal luasnya berapa. Baru tahu sejak hal itu,” katanya di Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Meski begitu, Riza menjelaskan bahwa Prabowo diberkati atas serangan itu. Buktinya, media massa langsung membeberkan data tim sukses Jokowi memiliki lahan yang lebih banyak.
Tokoh-tokoh lain sampai Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Jokowi-Ma’ruf membela Prabowo. Bahkah, rakyat yang menikmati lahan untuk hak guna usaha (HGU) tersebut menganggap capres nomor urut 01 ini sebagai pahlawan karena telah menyejahterakan mereka.
“Ternyata Pak JK juga ngomong mau dibeli oleh asing ngantri. Ada tiga asing yang kita dengar, Singapura, Malaysia, dan Inggris. Kemudian luar biasanya Pak JK minta cash. Ya prabowo kaget juga kok disuruh bayar cash. Orang boleh kredit, orang boleh ngutang, giliran dia cash. Prajurit sejati selalu bilang siap,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Legislatif Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Edhy Prabowo mengatakan bahwa lahan Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah adalah hak guna usaha (HGU). Dengan begitu, tanah tersebut bukan milik pribadi.
“Pak Prabowo rela pasang badan mengelola lahan dengan segala keterbatasan, karena beliau tak ingin lahan luas tersebut dikelola oleh pihak asing. Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla, sangat mengerti sejarah pengorbanan Pak Prabowo ini,” katanya melalui pesan instan kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).
Dari usaha kelola lahan tersebut, Edhy menjelaskan banyak banyak yang dipekerjakan. Dari situ, kepala keluarga bisa menyekolahkan anaknya sampai berkontribusi untuk lingkungan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top