China akan Punya Silicon Valley Raksasa

Dalam cetak biru pengembangan kawasan Teluk Selatan yang mencakup provinsi Provinsi Guangdong, China, serta Hong Kong dan Makau, Greater Bay Area akan menjadi hub bagi berbagai sektor industri.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  16:45 WIB
China akan Punya Silicon Valley Raksasa
/REUTERS
Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam cetak biru pengembangan kawasan Teluk Selatan yang mencakup provinsi Provinsi Guangdong, China, serta Hong Kong dan Makau, Greater Bay Area akan menjadi hub bagi berbagai sektor industri.
"Wilayah yang meliputi sembilan kota di Guangdong seperti Guangzhou, Shenzhen dan Zhuhai, serta Hong Kong dan Makau, akan mempromosikan pengembangan terkoordinasi dan menjadi model untuk pengembangan kawasan berkualitas tinggi," ujar perwakilan kabinet China, seperti dikutip Reuters, Selasa (19/2/2019).
Hong Kong akan fokus pada kegiatan keuangan internasional, navigasi, dan perdagangan.  Macau akan menjadi kota pariwisata internasional dan platform untuk perdagangan dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil.
Guangzhou, kota terbesar di provinsi Guangdong yang sebelumnya dikenal sebagai Canton, akan mengambil peran sebagai pusat administrasi sementara Shenzhen, rumah bagi Huawei Technologies Co., akan memperluas perannya sebagai zona ekonomi khusus dan pusat teknologi.
Dilengkapi dengan cakupan kebijakan yang lebih luas, pemerintah China berniat untuk membangun Silicon Valley, tempat kelahiran inovasi teknologi global, versi mereka namun dalam skala yang lebih besar.
Strategi ini mengangkat isu pembangunan pusat inovasi teknologi internasional yang diharapkan dapat menjadi surga inovasi teknologi global berkualitas tinggi dan sumber industri baru.
Pemerintah juga akan mendukung ekspansi institusi perbankan dan asuransi di Hong Kong dan Makau di beberapa kota termasuk Shenzhen dan Guangzhou. China juga akan meninjau rencana untuk mendirikan pasar sekuritas berdenominasi yuan di Makau.
Berikut ini beberapa detail lain dalam rencana integrasi kawasan Greater Bay Area:
- Hong Kong akan menyiapkan platform pembiayaan dan investasi untuk program Belt and Road Initiative.
- Guangzhou akan membangun pusat perdagangan regional untuk ekuitas swasta, hak properti, dan komoditas; pertukaran berjangka (futures exchange) dengan emisi karbon sebagai produk pertama.
- Lembaga asuransi China, Hong Kong dan Makau akan menerima dukungan untuk mengembangkan bisnis reasuransi yuan lintas batas (cross border).
- Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. dipilih untuk membantu melancarkan upaya pengembangkan platform perdagangan komoditas spot selatan China.
- Pemerintah akan mendukung Macau menjadi pusat kliring yuan untuk negara-negara berbahasa Portugis.
- Perusahaan-perusahaan di Greater Bay Area dapat menerbitkan obligasi lintas-batas berdenominasi yuan.
- Penggunaan lintas batas yuan akan didorong serta investasi lintas batas oleh penduduk dan lembaga keuangan akan diperluas untuk mencakup lebih banyak instrumen keuangan.
- Pemerintah akan mendorong kerjasama dalam penelitian ilmiah dan teknologi antar universitas, lembaga dan perusahaan di sekitar kawasan Teluk Selatan.
- Mendukung pendirian pusat litbang: lima bidang fokus utama adalah logistik, tekstil, teknologi komunikasi, komponen otomotif, dan nanomaterial.
- Membangun beberapa inkubator teknologi di sembilan kota di kawasan Delta Sungai Mutiara.
- Memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, termasuk mekanisme untuk menangani kasus kekayaan intelektual lintas-batas (cross border intellectual property rights).
- Membangun infrastruktur jaringan internet "generasi baru" termasuk pengembangan program rumah digital dan jaringan kota pintar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi china

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top