KABAR GLOBAL: Pemerintah AS Perlu Waspadai Utang, Tesla Kejar Pengiriman ke China

Sejumlah berita menjadi menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (14/2/2019), di antaranya meningkatnya jumlah utang pemerintah AS serta Tesla Inc yang meningkatkan pengiriman ke China.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Februari 2019 08:51 WIB
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, China 29 Januari 2014. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (14/2/2019), di antaranya meningkatnya jumlah utang pemerintah AS serta Tesla Inc yang meningkatkan pengiriman ke China.

Berikut ringkasan sejumlah berita utama media massa hari ini:

Pemerintah AS Perlu Waspadai Utang. Di tengah hiruk pikuk agenda pemerintahan Donald Trump melanjutkan negosiasi dagang dengan China dan pembahasan anggaran untuk tembok perbatasan selatan dengan Kongres AS, jumlah utang negeri Paman Sam terpantau terus meningkat. (Bisnis Indonesia)

Tesla Kejar Pengiriman ke China. Tesla Inc. memberangkatkan setidaknya tiga kapal kargo seukuran dua lapangan bola yang diestimasikan sampai di daratan China pada akhir bulan ini. (Bisnis Indonesia)

Senat AS Usulkan Resolusi Nuklir Arab. Senat Amerika Serikat (AS) mengusulkan resolusi atas kesepakatan produksi senjata nuklir dengan Arab Saudi pada Selasa (12/2). Resolusi tersebut adalah usul dari Jeff Merkley dan Ed Markey dari Demokrat serta Rand Paul dari Republik. (Kontan)

Jerman Perlu 260.000 Imigran per Tahun. Tim peneliti Universitas Coburg di bawah pimpinan ahli pasar kerja Lutz Schneider dan Alexander Kubis menyatakan, Jerman akan membutuhkan 260.000 pekerja imigran setiap tahun sampai tahun 2060 untuk bisa menutup permintaan pasar kerja. Penelitian yang dirilis Selasa (12/2) menyebutkan, turunnya jumlah tenaga kerja yang akan terjadi sesuai dengan struktur demografi Jerman saat ini hanya bisa diimbangi dengan mendatangkan tenaga kerja dari luar negeri. (Kontan)

Akibat Mogok Massal, Bandara Belgia Tutup. Belgia menutup wilayah udaranya pada Rabu (13/2) selama 24 jam akibat pemogokan massal berjalan. Seluruh penerbangan dari dan menuju Belgia dibatalkan sampai jam 10 malam waktu setempat. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top