Tesla Kebut Pengiriman Mobil ke China, Ini Pemicunya

Tesla Inc. memberangkatkan setidaknya tiga kapal kargo seukuran dua lapangan bola yang diestimasikan sampai di daratan China pada akhir bulan ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  20:37 WIB
Tesla Kebut Pengiriman Mobil ke China, Ini Pemicunya
Tesla - Reuters
Bisnis.com, JAKARTA -- Tesla Inc. memberangkatkan setidaknya tiga kapal kargo seukuran dua lapangan bola yang diestimasikan sampai di daratan China pada akhir bulan ini.
Produsen mobil bertenaga listrik ini memuat sebanyak mungkin sedan Model 3 ke dalam kapal kargo sebelum 1 Maret 2019, tenggat waktu 'gencatan senjata' perang dagang antara AS dan China.
CEO Tesla Inc. Elon Musk khawatir baik Presiden AS Donald Trump maupun Presiden China Xi Jinping akan kembali mengusik kenaikan tarif yang akan berdampak pada lonjakan harga jual unit mobil di China hingga kenaikan harga suku cadang yang dikirimkan ke AS.
"Harga mobil kami menjadi sangat mahal ketika masuk ke pasar China sementara permintaan untuk Model 3 sangat tinggi. Penghambatnya adalah keterjangkauan harga," kata Musk pada telekonferensi, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (13/2).
Dia menambahkan bahwa prioritas Tesla saat ini adalah mengirimkan unit mobil ke China sebelum ada kebijakan yang menambah pengenaan tarif terhadap produk AS. 
Musk juga melaporkan realisasi pendapatan Tesla sepanjang 2018 yang lebih rendah dari ekspektasi analis US$7,08 miliar menjadi sebesar US$7,23 miliar.
Bea cukai yang lebih tinggi, ditambah dengan ongkos pengiriman dan beban tenaga kerja yang juga sudah tinggi akan mempengaruhi kenaikan harga jual unit mobil menjadi lebih tinggi dari pesaing.
Terlebih lagi, produk mobil listrik asing tidak memenuhi syarat untuk kredit pajak lokal.
Produsen mobil lain juga menghadapi risiko kenaikan harga jual yang sama jika perang tarif antara Washington dan Beijing kembali berlangsung.
Tapi Tesla mungkin berada pada posisi yang paling berbahaya di industri ini.
Raksasa global seperti BMW AG dan Daimler AG dapat mengakali kenaikan tarif sampai batas tertentu dengan mengoptimalkan kegiatan produksi di pabrik-pabrik mereka di China. Tesla tidak memiliki opsi tersebut.
Kehadiran manufaktur Tesla di China belum memiliki wujud fisik, perusahaan baru akan memulai kegiatan perakitan paling cepat di akhir tahun ini.
"Tesla terekspos oleh pasar China dengan cara yang unik," kata Robin Zhu, seorang analis di Sanford C. Bernstein.
Otoritas China mengatakan bahwa penangguhan tarif tambahan 25% terhadap mobil dan suku cadang AS akan berlaku hingga akhir Maret. Sebelumnya, China juga sudah menerapkan pungutan 40% untuk mobil buatan AS.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah truk yang mengangkut model Tesla telah tiba di Dermaga 80 di San Francisco, di mana para pekerja terlihat menurunkan muatan mereka ke tempat parkir yang penuh dengan ribuan mobil.
Kendaraan kemudian dimuat ke kapal untuk perjalanan kira-kira dua pekan ke Asia.
Kapal Glovis Symphony merapat di pelabuhan Tianjin awal pekan ini dan dijadwalkan tiba di Shanghai pada hari Rabu (13/2).
Dua operator lagi, Morning Cindy dan Emerald Ace, masih melakukan pelayaran dan dijadwalkan untuk mencapai pantai China pada 19 dan 24 Februari.
Kapal-kapal lain yang dimuat dari Dermaga 80 sedang menuju ke Eropa.
Model 3 adalah produk andalan Tesla untuk menarik khalayak global yang lebih luas.
Versi termurah yang tersedia sekarang seharga adalah US$42.900. 
Di Eropa, di mana pengiriman baru saja berlangsung, harga bervariasi di setiap negara. Pelanggan di Belgia membayar harga dasar 58.800 euro (US$66.600), dibandingkan dengan 55.400 euro di Jerman dan 53.500 euro di Prancis.
Sementara itu di China, Model 3 dijual mulai dari 433.000 yuan atau sebesar US$63.900
Beberapa mobil listrik terlaris di China dapat dibeli hanya dengan kurang dari seperenam harga jual Model 3.
Seri EC Beijing Electric Vehicle Co. dan eQ Cherry Automobile Co. dijual dengan harga 65.800 yuan setelah subsidi.
Perang dagang AS dan China berisiko meningatkan harga jual Model 3 menjadi lebih mahal dari pesaingnya di seluruh dunia.
Di samping kemungkinan otoritas China menetapkan tarif lebih tinggi  terhadap produk mobil AS, Tesla juga harus bersiap jika AS menetapkan tarif terhadap suku cadang, komputer penggerak sistem mobil, yang hanya diproduksi di China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tesla Motors

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top