Program Tembok Perbatasan Ditolak, Trump Ancam Berlakukan Keadaan Darurat

Presiden AS, Donald Trump akan menyampaikan pidato kenegaraan hari ini untuk meminta Partai Demokrat menyetujui pembangunan tembok perbatasan negaranya dengan Meksiko atau kemungkinan mengumumkan negara dalam keadaan darurat kalau tidak disetujui.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Februari 2019  |  10:17 WIB
Program Tembok Perbatasan Ditolak, Trump Ancam Berlakukan Keadaan Darurat
Polisi perbatasan Amerika Serikat dan pekerja proyek tembok perbatasan berdiri di dekat ekskavator proyek pembangunan tembok perbatasan antara El Paso dan Ciudad Juarez di wilayah Meksiko, Selasa 5 Februari 2019. - Reuers/Jose Luis Gonzalez

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden AS, Donald Trump akan menyampaikan pidato kenegaraan hari ini untuk meminta Partai Demokrat menyetujui pembangunan tembok perbatasan negaranya dengan Meksiko atau kemungkinan mengumumkan negara dalam keadaan darurat kalau tidak disetujui.

Pidato penting itu akan disampaikan pada pukul sembilan malam waktu setempat atau siang ini waktu Indonesia di depan sidang gabungan Kongres. 

Trump diperkirakan akan memicu kegaduhan terkait pidatonya soal keimigrasian. Apalagi permintaannya atas anggaran sebesar US$5,7 miliar untuk tembok perbatasan negara telah memicu penutupn operasi pemerintahan selama 35 hari. 

Dilaporkan bahwa lebih dari separh warga AS tidak setuju dengan rencana tersebut berdasarkan sebuah jajak pendapat sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (6/2/2019).

"Kami memiliki kewajiban moral untuk menciptakan sistem imigrasi yang melindungi kehidupan dan pekerjaan warga kami," ujar Trump menurut kutipan pidato State of the Union yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Jutaan orang Amerika diperkiraan akan menonton pidato di televisi tersebut. Kesempetan itu sekaligus  memberikan Trump peluang menjelaskan mengapa dia percaya tembok perbatasan diperlukan di perbatasan selatan AS dengan Meksiko. 

Pidato itu sempat ditunda selama seminggu karena penutupan operasi pemerintahan (shutdown) yang berakhir pada 25 Januari.

Penentang utama Trump, Ketua Kongres (DPR) Nancy Pelosi tidak menunjukkan tanda-tanda berubah pikiran dari posisinya. Karena alasan itulah Trump mengancam akan mendeklarasikan keadaan darurat nasional, yang katanya akan membiarkannya mengalokasikan kembali pendanaan dari tempat lain tanpa persetujuan Kongres.

Akan tetapi, sumber yang dekat dengan Trump mengatakan presiden diperkirakan tidak akan sampai menggunakan pidatonya untuk mengumumkan rencana darurat nasional. Pasalnya, kondisi itu akan membuat Partai Demokrat akan menghakiminya sehingga membahayakan posisi Trump sebagai presiden.

Sebagai gantinya, dia akan mendesak Komite Kongres untuk membahas kesepakatan keamanan perbatasan pada 15 Februari mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, meksiko, Donald Trump

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top