Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejumlah Perusahaan di Jepang Terima Surat Ancaman & Sianida dari Pemimpin Sekte Kiamat

Orang tak dikenal mengirim amplop yang berisi surat ancaman dan bubuk yang diyakini merupakan potasium sianida kepada lebih dari belasan perusahaan di Jepang dalam beberapa hari terakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  11:14 WIB
Bendera Jepang - Istimewa
Bendera Jepang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Orang tak dikenal mengirim amplop yang berisi surat ancaman dan bubuk yang diyakini merupakan potasium sianida kepada lebih dari belasan perusahaan di Jepang dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir Reuters, media setempat melaporkan bahwa nama pengirim yang tertera di amplop tersebut merupakan pemimpin sekte kiamat yang dihukum mati, Aum Shinrikyo.

Pada tahun 2018, Jepang mengeksekusi mantan pemimpin sekte kiamat dan 12 anggota kelompok lainnya yang melakukan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, yang menewaskan 13 orang.

Sebuah surat yang dikirim ke kantor pusat surat kabar Asahi di Tokyo pada hari Jumat (25/1) berisi ancaman penyebaran obat-obatan yang dicampur dengan racun potasium sianida, kecuali mereka membayar tebusan senilai 35 juta won Korea Selatan atau senilai US$31.000 dalam Bitcoin.

Tidak disebutkan kepada siapa uang itu harus dibayarkan.

Amplop serupa dikirimkan pekan lalu ke kantor surat kabar Mainichi di Tokyo, perusahaan farmasi di Tokyo dan Osaka, serta perusahaan makanan di utara kota Sapporo, ungkap sejumlah media termasuk NHK.

Menurut NHK, polisi mengidentifikasi sejumlah bubuk tersebut sebagai potasium sianida.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top