Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Tinombala Belum Bergerak Buru Kelompok Teroris MIT, Ini Alasannya

Mabes Polri mengakui Satgas Tinombala masih belum mengejar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  13:43 WIB
Personel Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2017 memeriksa kendaraan yang melintas di Pos Pengamanan di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (2/4). - Antara/Mohamad Hamzah
Personel Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2017 memeriksa kendaraan yang melintas di Pos Pengamanan di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (2/4). - Antara/Mohamad Hamzah
Bisnis.com, JAKARTA — Mabes Polri mengakui Satgas Tinombala masih belum mengejar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora karena masih menunggu instruksi dari Kapolda Sulawesi Tengah yang kini tengah mengikuti Rapim TNI-Polri 2019 di Jakarta.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengemukakan Satgas Tinombala seharusnya sudah bergerak memburu kelompok teroris MIT tersebut sesuai imbauan yang beberapa waktu lalu sempat disampaikan ke publik. 
 
Pada imbauan tersebut, Satgas Tinombala memberi waktu hingga 29 Januari 2019 kepada kelompok teroris pimpinan Ali Kalora untuk menyerahkan diri. Jika upaya preventif tersebut tidak diikuti, maka akan diambil tindakan represif.
 
"Untuk Satgas Penegakan Hukum saat ini masih menunggu Pak Kapolda, karena Pak Kapolda masih ikut Rapim TNI-Polri. Jika kegiatan ini sudah selesai, Kapolda akan langsung meluncur ke Parigi Mountong dan Poso untuk langsung menindak kelompok itu," tuturnya, Selasa (29/1/2019).
 
Menurutnya, Satgas Tinombala akan melibatkan TNI untuk memburu kelompok teroris MIT tersebut agar para pelaku bisa segera tertangkap dan diproses hukum. Dedi mengatakan sebelum ada instruksi dari Kapolda Sulawesi Tengah, kepolisian sampai saat ini masih melakukan upaya preventif.
 
"Saat ini Satgas masih melakukan upaya preventif dulu ya. Tim gabungan TNI-Polri sudah siap semua. Hanya tinggal menunggu breafing dan komando langsung dari pimpinan. Nanti diputuskan setelah Rapim TNI-Polri ini," katanya.
 
Sebelumnya, Mabes Polri telah menyebarkan foto 14 DPO tindak pidana terorisme dan keluarganya untuk mempermudah pencarian terhadap kelompok teroris MIT di Poso.
 
Selain itu, sejumlah anggota Polri juga akan menjaga ketat kediaman keluarga teroris pimpinan Ali Kalora agar ketika ada teroris yang pulang ke rumah, bisa segera ditangkap. Selain itu, Babinkamtimbas dan Babinsa juga akan membantu mengumpulkan informasi yang ada di sekitar kediaman teroris.
 
"Babinkamtibmas  dan Babinsa akan berjaga juga di sana. Tugas mereka tidak hanya berjaga, tetapi juga mengumpulkan informasi apapun di sana dan kita hanya monitoring saja," kata Dedi.
 
Berikut nama 14 DPO Tindak Pidana Terorisme Pimpinan Ali Kalora:
 
1. Ali Ahmad alias Ali Kalora
 
2. Basir alias Romzi
 
3. Abu Alim alias Ambo
 
4. Mohammad Faizal alias Namnung
 
5. Askar alias Jaid alias Pak Guru
 
6. Qatar alias Farel alias Anas
 
7. Nae alias Galih alias Mukhlas
 
8. Alhaji Kaliki alias Ibrohim
 
9. Rajif Gandi Sabran alias Rajes
 
10. Adtya alias Idad alias Kuasa
 
11. Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori
 
12. Alqindi Mutaqien alias Muaz
 
13. Jaka Ramadan alias Ikrima alias Rama
 
14. Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdurrahman Al Makasari
 
 
 
 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri poso
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top