Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TKN Jokowi-Ma'ruf Akui Persiapkan Ma'ruf Amin Irit Bicara di Debat Pertama

TKN Jokowi-Ma'ruf Akui Persiapkan Ma'ruf Amin Lebih Irit Bicara di Debat Pertama, Ini Alasannya
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  19:52 WIB
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir mengungkapkan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin yang terlihat pasif di Debat Pilpres 2019 putaran pertama, memang disengaja oleh Timses.

Pria yang dikenal atas kesuksesannya sebagai Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) ini menjelaskan hal tersebut ketika berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, Rabu (23/1/2019).

"Kami di TKN [Jokowi-Ma'ruf] memosisikan bahwa memang kita ini memilih presiden, dan UU kita kan presidential election yang dipakai," jelas Erick.

"Dan memang kalau ditanya posisi Cawapres, suka tidak suka, posisi Cawapres di manapun itu sebagai back up daripada presiden," tambahnya.

Erick menyatakan hal tersebut merupakan strategi agar Jokowi sebagai Calon Presiden petahana, lebih leluasa menjawab atau mengklarifikasi kritikan atas performa selama dirinya menjabat. Terutama sesuai tema yang membahas Hukum, HAM, dan Korupsi.

Sedangkan KH Ma'ruf Amin sengaja diminta menjawab isu terorisme yang memang dikuasainya dengan lebih komprehensif.

Timses berpendapat, bila Ma'ruf diminta ikut berkomentar terkait Hukum, HAM, dan Korupsi, dikawatirkan terjadi tumpang-tindih gagasan antara kebijakan yang baru dan konsistensi kebijakan yang telah dilakukan di era Jokowi-JK.

"Takutnya nanti overlapping [tumpang-tindih] dengan presiden yang memang sudah melakukan [mendorong berbagai kebijakan]," jelasnya.

Erick menambahkan sebenarnya persepsi bahwa Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno lebih menonjol dari Ma'ruf, tidak terbukti dalam riset yang mereka buat.

"Kalau kita lihat persepsi [penonton Debat Pilpres putaran pertama], kita pasti dibilang Sandi dapat peran lebih besar [daripada Ma'ruf]. Tapi di riset kita, sama-sama 5 persen porsinya Sandi dan KH Ma'ruf Amin [Debat Pilpres putaran pertama]," ungkapnya.

Sebab itulah kini pihak TKN Jokowi-Ma'ruf akan membuktikan bahwa Cawapres yang mereka usung akan lebih memaksimalkan potensinya dalam Debat AntarCawapres di putaran ketiga, Minggu (17/3/2019) dengan tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, serta Sosial dan Kebudayaan.

"Toh nanti di debat ke-3, ada khusus dengan [mempertemukan kedua] Cawapres. Di situlah saat yang tepat [memaksimalkan Ma'ruf]. Kalau sekarang memang kita memposisikan seperti itu," jelas Erick.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ma'ruf Amin
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top