Erupsi Mulai Mereda, Dentuman dari Anak Krakatau Berkurang

Seiring dengan menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (29/12/2018), suara dentuman yang berasal dari gunung tersebut sudah mulai berkurang.
Jaffry Prabu Prakoso | 29 Desember 2018 12:01 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Seiring dengan menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (29/12/2018), suara dentuman yang berasal dari gunung tersebut sudah mulai berkurang.
 
Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Antonius Ratdomopurbo mengatakan bahwa jika biasanya dentuman berlangsung 14 kali dalam semenit, maka kini sudah tidak ada.
 
“Mungkin 1-2 [dentuman] ya. Tapi tidak ada dentuman yang kami dengar dari Pos Pasauran,” ujarnya di Gedung ESDM, Jakarta, Sabtu (29/12).
 
Saat ini, letusan Anak Krakatau bersifat impulsif yang artinya tidak ada lagi asap keluar meski gunung tersebut masih tetap aktif. Status Anak Krakatau juga masih di level III atau Siaga dan warga diimbau tetap berada pada jarak aman minimal 5 kilometer (km) dari lokasi.
 
“Maknanya adalah disarankan tidak masuk ke kompleks Krakatau,” tegas Purbo.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini, tsunami akibat longsoran yang dipicu erupsi Anak Krakatau menyebabkan 426 jiwa meninggal dunia, 23 hilang, 7.202 luka-luka, dan 40.386 orang mengungsi.
 
Sementara itu, infrastruktur yang rusak mencakup 1.296 rumah, 78 penginapan, 424 perahu dan kapal, 69 kendaraan roda empat, 38 kendaraan roda dua, 1 dermaga, serta 1 shelter.

Tag : kementerian esdm, Gunung Anak Krakatau
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top