LAPORAN DARI ARGENTINA: Negara G20 Dukung Reformasi WTO

Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina menghasilkan 31 butir komunike atau kesepakatan bersama, khususnya terkait perdagangan bebas.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Desember 2018  |  14:35 WIB
LAPORAN DARI ARGENTINA: Negara G20 Dukung Reformasi WTO
(Dari kiri) Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Presiden AS Donald Trump, dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menandatangani US, Mexico, Canada Agreement (USMCA) sebelum menghadiri Leaders Summit G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat (30/11). - Reuters/Andres Stapff

Bisnis.com, BUENOS AIRES--Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina menghasilkan 31 butir komunike atau kesepakatan bersama, khususnya terkait perdagangan bebas. 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan semua 19 kepala negara dan 1 pimpinan Uni Eropa menyepakati kesepakatan bersama yang dituangkan dalam Deklarasi Pimpinan G20 yang mengusung tema "Membangun Konsensus untuk Keadilan dan Pembangunan Berkelanjutan".

Terkait perang dagang yang terjadi di antara Amerika Serikat dan China, KTT G20 menilai perdagangan dan investasi internasional merupakan mesin yang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, mereka sadar bahwa kontribusi dari sistem perdagangan multilateral sudah gagal dan tak ada ruang untuk perubahan. Para pemimpin negara setuju untuk mendorong isu reformasi World Trade Organization (WTO). 

"Banyak usulan begitu [reformasi WTO]. Namun, baru ada kata-kata perubahan, mereformasi. Belum ada usulan yang konkret," kata Wapres JK ketika ditemui di Wisma RI di Buenos Aires, Sabtu (1/12/2018) waktu setempat.

Dalam butir Ke-27, KTT G20 mendukung reformasi WTO agar dapat mengembangkan fungsinya secara maksimal. Anggota G20 akan mengkaji progres pada pertemuan selanjutnya di Jepang. 

JK mengungkapkan memang terjadi perdebatan saat sidang pleno dan sesi intervensi yang digelar di Costa Salguero Center pada 30 November hingga 1 Desember. Namun, setelah para sherpa, kepala negara, dan perdana menteri melakukan lobi-lobi dan negosiasi kesepakatan tersebut akhirnya tercapai satu jam sebelum penutupan acara pada pukul 14.30 waktu setempat.

Bahkan, Sekretaris Jenderal WTO yang hadir saat itu juga menjawab siap untuk menerima saran-saran atau pembicaraan terkait perubahan, khususnya reformasi di badan organisasi perdagangan internasional tersebut.

Menurut Wapres JK, Indonesia mendukung 100% bukan hanya kegiatan perdagangan bebas, tetapi perdagangan yang fair atau adil. 

Terkait perang dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, JK mengaku merasa KTT G20 setidaknya telah membuat kedua pemimpin berada di satu forum bilateral untuk membahas permasalahan yang dihadapi. 

Apalagi, Trump menggandeng Presiden Mexico Enrique Pena Nieto, dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau meneken pakta dagang terbaru, yaitu USMCA atau United States, Mexico, and Canada. 

Penandatanganan pakta pengganti NAFTA dilakukan tiga kepala negara tersebut pada Jumat (30/11/2018) di Buenos Aires, Argentina. Beberapa jam menjelang perhelatan Leader's Meeting G20 Summit

"Itu hasil maksimum yang bisa dicapai, yang penting sudah ada hasil yang baik. Amerika juga melembut dengan ditandatanganinya NAFTA baru antara AS, Mexico, dan Canada," jelas Wapres JK. 

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menarik AS dari WTO dan berulang kali menuduh organisasi internasional itu memiliki bias terhadap kepentingan AS.

Presiden Trump pun menggunakan hak veto yang dimiliki AS untuk menahan penunjukan ulang juri di Badan Banding WTO.

Langkah Trump tersebut memperlambat kerja badan tersebut untuk menyelesaikan perselisihan dagang dari perusahaan-perusahaan besar di dunia dan bahkan dapat melumpuhkan fungsi badan banding.

Untuk itu, yang akan menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah tentang Badan Banding WTO dan mencari cara untuk menyelamatkannya sebelum benar-benar lumpuh akibat tindakan Pemerintahan Trump.

Sekelompok pemimpin perdagangan global berkumpul di Ottawa, Kanada, untuk mulai membuat agenda reformasi Organisasi Dagang Internasional (WTO).

Pertemuan yang dimulai Kamis (25/10), bertujuan untuk mengidentifikasi cara memodernisasi WTO dengan langkah-langkah yang disetujui oleh 164 anggota WTO. 

Selain itu, diskusi juga akan fokus untuk meningkatkan tiga area utama pekerjaan WTO, yaitu negosiasi, penyelesaian sengketa, dan implementasi kesepakatan WTO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
g20, Wapres JK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top