Bansos 2019 Melonjak 77%, untuk Apa Saja?

Dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan melonjak 77% dari Rp19,4 triliun pada 2018 menjadi Rp34,4 triliun pada 2019. Namun jumlah penerima bantuan tidak bertambah.
Dewi Andriani | 29 November 2018 21:09 WIB
Suasana pencairan Program Keluarga Harapan di Kabupaten Cianjur. Kabupaten Cianjur mendapatkan bansos PKH lebih dari Rp255 miliar. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan melonjak 77% dari Rp19,4 triliun pada 2018 menjadi Rp34,4 triliun pada 2019. Namun jumlah penerima bantuan tidak bertambah, tetap 10 juta keluarga penerima bantuan.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan kenaikan nilai bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun depan merupakan salah satu political will yang kuat dari Presiden Joko Widodo.

"Political will yang kuat dari Bapak Presiden direspons DPR melalui Komisi VIII DPR dan Badan Anggaran. Mereka menyetujui kenaikan bantuan sosial untuk PKH sebesar 15 triliun," ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis pada Kamis (29/11/2018).

Bantuan akan disalurkan dengan mempertimbangkan beban tanggungan dari setiap keluarga. Artinya, besaran nilai setiap penerima bantuan pada tahun depan tidak sama.

"Jadi, kalau tahun ini flat Rp1,8 juta setiap keluarga, maka tahun depan akan diperhitungkan indeks  bansos yang bervariasi atau non flat," paparnya. 

Penghitungan indeks kenaikan nilai dana bansos PKH itu terdiri dari ibu sedang hamil atau keluarga yang memiliki balita, sebesar Rp2,4 juta per tahun, keluarga yang memiliki anak SD indeks bantuannya Rp900 ribu, keluarga yang memiliki anak SMP bantuannya Rp1,5 juta, keluarga yang SMA itu Rp2 juta. 

Bagi keluarga yang tinggal bersama lanjut usia 60 tahun ke atas akan mendapat tambahan Rp2,4 juta per jiwa, keluarga yang tinggal bersama penyandang disabilitas berat mendapatkan tambahan Rp2,4 juta per jiwa, dan bantuan tetap Rp550.000 per tahun per keluarga. "Bantuan PKH nonflat diterapkan mulai Januari 2019."

Asumsi kenaikan besaran dana bansos itu sudah dihitung secara rasional karena di antaranya melibatkan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Dunia, serta Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Kenaikan besaran indeks bantuan sosial yang signifikan diperkirakan akan mengurangi tingkat kemiskinan secara nyata karena komponen bantuan sudah disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga yang berbeda-beda.

"Tingkat kemiskinan saat ini di kisaran 9,82%. Dengan naiknya besaran bantuan sosial, maka tingkat kemiskinan diestimasi bisa ditekan menjadi 9,3% hingga 9,5% di akhir 2019. Berarti target menekan tingkat kemiskinan dalam RPJMN sebesar 8,5% hingga 9,5% itu bisa tercapai," jelasnya. 

Bansos PKH harus juga terintegrasi dengan bansos pangan (Rastra/BPNT), KIS, KIP, KUBE, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, sertifikasi tanah milik KPM PKH dan bansos lainnya. 

Tujuan yang ingin dicapai dari penyaluran dana bantuan sosial di antaranya mengurangi gizi buruk, mencegah stunting, meningkatkan kualitas hidup 1.000 hari pertama, dan menekan angka putus sekolah dari SMP ke SMA, serta dari SMA ke perguruan tinggi. 

“Dari program tersebut, ada perhatian khusus bagi ibu hamil dan memiliki balita serta anak SMP dan SMA,” kata Harry.

Sejauh ini, lanjutnya, penyaluran Bantuan Sosial Nontunai PKh sudah terselesaikan dengan baik. Tahun ini pencairan bagi 9,97 juta KPM PKH sudah memasuki tahap keempat.

"Ini artinya penyaluran bantuan sudah sesuai SOP yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat manfaat," sebutnya.

Namun, naiknya indeks nilai besaran bantuan sosial tak dibarengi dengan kenaikan jumlah penerima. Harry menyebutkan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Sosial Nontunai Program Keluarga Harapan tahun depan tetap 10 juta KPM. 

Anggota Komisi VIII DPR, Deding Ishak, mengatakan penambahan besaran anggaran Bantuan Sosial PKH tahun depan tujuannya untuk lebih memastikan keluarga penerima manfaat program itu meningkat dari sisi kesejahteraan. Sejauh ini sudah terbukti dengan banyaknya masyarakat yang meningkat status sosial ekonominya.

"Seperti di Kabupaten Cianjur, tadi ada dua penerima manfaat Bantuan Sosial PKH yang graduasi atau lulus. Tingkat kesejahteraan mereka meningkat," kata Deding.

Selain itu, pemerintah juga akan segera meluncurkan program pengembangan kelompok usaha bersama (Kube) bagi para penerima PKH. Untuk pendanaan program pengembangan usaha tersebut, sudah disiapkan dan rencananya akan mulai diluncurkan pada awal 2019.

Tag : bansos
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top